Inflasi Kalteng 4,47 Persen, Kenaikan Harga BBM Jadi Tekanan

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Laju inflasi tahunan di Kalimantan Tengah pada Juni 2026 tercatat mulai menunjukkan perlambatan meski masih berada di level tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 4,47 persen, turun dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,56 persen. Kendati demikian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi, sementara penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi pemicu utama kenaikan harga secara bulanan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan pada Juni 2026 Kalimantan Tengah mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,23 persen. Kenaikan tersebut ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,35 pada Mei menjadi 112,61 pada Juni 2026.

“Kelompok transportasi memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 0,25 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month yaitu bensin sebesar 0,24 persen, bawang merah 0,07 persen, minyak goreng 0,06 persen, serta ikan patin dan pelumas atau oli mesin masing-masing 0,03 persen,” ujar Maria, Rabu (1/7/2026).

Secara tahunan, Maria menjelaskan inflasi Kalimantan Tengah masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil mencapai 2,37 persen. Sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi tahunan meliputi beras sebesar 0,67 persen, emas perhiasan 0,58 persen, bensin 0,25 persen, ikan nila 0,24 persen, serta minyak goreng 0,21 persen. Sementara itu, inflasi year-to-date (y-to-d) hingga Juni 2026 tercatat mencapai 2,39 persen.

BPS juga mencatat seluruh daerah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Tengah mengalami inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga terjadi secara merata di empat kabupaten/kota yang menjadi wilayah pemantauan inflasi.

Menurut Maria, salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi Juni 2026 adalah penyesuaian tarif BBM oleh Pertamina yang dilakukan sebanyak dua kali sepanjang Juni 2026. Kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap kelompok transportasi dan ikut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas lainnya melalui peningkatan biaya distribusi.

Meski inflasi tahunan mengalami sedikit perlambatan dibanding bulan sebelumnya, BPS menilai perkembangan harga komoditas strategis, khususnya pangan dan energi, tetap perlu menjadi perhatian. Stabilitas pasokan serta pengendalian biaya distribusi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali pada paruh kedua tahun 2026 di Kalimantan Tengah. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *