Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan arah kebijakan ketahanan pangan daerah tidak lagi sebatas menjaga ketersediaan stok, tetapi berfokus pada penguatan kemandirian produksi, khususnya komoditas protein hewani seperti ayam ras. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengembangan klaster ayam nasional berbasis wilayah.
Kebijakan ini sejalan dengan visi Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran yang berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan mandiri dan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai. Pemprov diarahkan untuk bertransformasi dari daerah konsumen menjadi produsen pangan.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng menyebut kondisi ketahanan pangan daerah relatif aman dari sisi stok, namun struktur produksi masih perlu diperkuat. “Kalau bicara ketersediaan, stok pangan kita aman. Beras di gudang Bulog cukup untuk enam hingga sepuluh bulan ke depan. Tetapi struktur produksinya yang sedang kita benahi,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).
Sebagai fondasi klaster ayam, Pemprov telah membangun pabrik pakan ternak di Parenggean, Kotawaringin Timur, dengan kapasitas awal sekitar 10 ton per jam. Fasilitas ini dirancang fleksibel dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan produksi ayam ras. “Kita juga menyiapkan bahan bakunya. Saat ini Bulog memiliki sekitar 200 ton jagung dari panen program kerja sama dengan Polri. Artinya, ekosistem awal produksi sudah mulai terbentuk,” katanya.
Meski demikian, Kalteng masih bergantung pada pasokan ayam ras dari luar daerah, membuat harga rentan bergejolak ketika distribusi terganggu. “Begitu suplai dari luar daerah tersendat sedikit saja, harga langsung naik. Ini yang ingin kita putus ke depannya,” tegasnya.
Untuk itu, Pemprov mendorong pembentukan sentra produksi pangan di wilayah barat, tengah, dan timur agar distribusi lebih merata. Upaya ini dibarengi penguatan infrastruktur logistik dan pelabuhan, termasuk pengembangan kawasan Batanjung di Kapuas. (Daw).



