Donald Trump Sesumbar akan Serang Iran Hingga Kembali ke Zaman Batu

Kantamedia.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras terhadap Iran dengan menyebut militer AS siap melancarkan serangan besar-besaran dalam beberapa pekan ke depan.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran akan dilakukan secara intensif selama dua hingga tiga minggu. Ia bahkan menyebut serangan tersebut dapat melumpuhkan infrastruktur negara tersebut secara total.

“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ujar Trump, seperti dikutip dari laporan CTV News, Kamis (2/4/2026).

Pernyataan itu diperkuat oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang melalui media sosial menyampaikan pesan singkat bernada serupa terkait ancaman terhadap Iran.

Istilah “kembali ke zaman batu” yang digunakan Trump merujuk pada skenario serangan militer skala besar yang berpotensi menghancurkan infrastruktur modern hingga melumpuhkan aktivitas negara tersebut.

Meski demikian, dalam pidatonya Trump tidak menyinggung kemungkinan jalur diplomasi maupun negosiasi dengan Iran. Ia juga tidak mengulas tenggat waktu terbaru pada 6 April terkait desakan pembukaan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.

Sebelumnya, Trump telah mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika akses di selat tersebut tidak kembali dibuka. Pernyataan ini turut memicu ketidakpastian di pasar global.

Dampaknya, harga minyak dunia dilaporkan melonjak lebih dari 7 persen, sementara pasar saham di kawasan Asia dan Eropa mengalami tekanan. Di Amerika Serikat, harga bahan bakar juga meningkat hingga melampaui 4 dolar AS per galon, yang berdampak pada kenaikan biaya kebutuhan pokok.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika serangan militer dilancarkan oleh AS bersama Israel. Iran kemudian melakukan serangan balasan ke sejumlah target, termasuk wilayah Israel dan negara-negara Teluk.

Hingga saat ini, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 warga Iran. Selain itu, ribuan fasilitas sipil seperti rumah sakit, sekolah, universitas, dan pabrik farmasi disebut turut terdampak serangan. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *