Pendukung Kemerdekaan Palestina
Mamdani juga dikenal sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina. Ia pernah menyebut Israel sebagai “rezim apartheid” dan menggambarkan perang di Gaza sebagai “genosida”, sikap yang memicu kritik dari sebagian komunitas Yahudi di New York.
Beberapa waktu lalu, Mamdani secara terbuka mengatakan bahwa dirinya jika menjabat Wali Kota New York, akan menangkap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu jika dia mengunjungi New York, dengan mengutip perintah penangkapan Netanyahu yang dirilis Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024.
Di sisi lain, Mamdani juga secara terbuka mengecam antisemitisme, sekaligus menyoroti Islamofobia yang pernah ia alami sendiri.
Dia juga pernah ikut hadir dan memimpin seruan dukungan terhadap gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi dalam aksi pro-Palestina di AS.
Pandangan ini mendapat perhatian besar dari komunitas pro-Palestina, termasuk sekitar 800.000 Muslim di New York, komunitas Muslim terbesar di Amerika Serikat.
Pernah Dicemooh Donald Trump
Presiden Donald Trump di hari pemilihan wali kota menyerang Mamdani melalui media sosial, menyebutnya sebagai “komunis kecil” dan “pembenci Yahudi sejati”, serangan yang langsung dibantah oleh tim kampanyenya.
Dalam salah satu komentarnya via media sosial Truth Social, Trump mencemooh Mamdani, yang sebelumnya mengklaim dirinya sebagai seorang sosialis, sebagai “seorang komunis gila 100%”.
“Akhirnya terjadi, Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100%, baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, dan ada dalam jalur untuk menjadi Wali Kota,” tulis Trump dalam salah satu postingannya.
“Kita pernah memilih kaum kiri radikal sebelumnya, tetapi ini menjadi agak konyol. Dia terlihat BURUK, suaranya melengking, dia tidak terlalu pintar,” sebut Trump melontarkan serangan verbal terhadap Mamdani.
Dalam pidato kemenangannya, Zohran Mamdani tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang balik Trump.
“Jika ada yang bisa menunjukkan kepada masyarakat yang dikhianati Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya. Dan jika ada cara untuk membuat seorang tiran takut, adalah dengan menghancurkan keadaan yang dulu membuatnya bisa menumpuk kekuasaan,” kata Mamdani di hadapan para pendukungnya seperti dikutip dari Reuters
“Jadi, Donald Trump—karena saya tahu Anda sedang menonton—saya hanya punya empat kata untuk Anda: Kami akan bersuara keras.”
Menurut profesor ilmu politik dari Northeastern University, Costas Panagopoulos, Mamdani merupakan sosok “orang luar” di tubuh politik arus utama.
“Ia berhasil menggerakkan para pemilih yang kecewa dan mereka yang merasa tidak terwakili oleh sistem politik yang ada—pemilih yang menilai elite saat ini mengabaikan kebutuhan dan aspirasi mereka,” kata Panagopoulos, dikutip AFP. (*)






