Kantamedia.com – Sebuah kisah menyentuh hati mengenai pasangan yang telah lama berpisah rujuk kembali, menjadi pembicaraan hangat di jagat maya. Setelah hampir satu dekade menjalani hidup masing-masing pasca keputusan untuk cerai, pasangan asal Malaysia ini akhirnya memilih untuk kembali membina rumah tangga demi kebahagiaan putra mereka.
Mohd Razip (50) dan Juliana (46) resmi mengikat janji suci kembali dalam sebuah prosesi akad nikah sederhana di Masjid Bandar Labis, Johor, pada akhir Desember lalu. Pernikahan ini menjadi sorotan setelah ceritanya beredar luas dan viral di berbagai platform digital. Beragam reaksi positif dari warganet yang terharu oleh keteguhan hati mereka pun berdatangan.
Penantian Panjang Sang Buah Hati
Keputusan untuk bersatu kembali ini bukan sekadar urusan romansa, melainkan pemenuhan impian kedua anak mereka, Muhammad Adam Hariz (19) dan Muhammad Adam Sufian (17).
Sejak orang tua mereka berpisah pada 2016 karena perbedaan prinsip, kedua remaja ini tetap memendam harapan agar keluarga mereka kembali utuh.
Mohd Razip mengungkapkan bahwa selama masa kesendirian, fokus utamanya adalah menjaga mentalitas anak-anak. Ia mengakui tidak mudah membuka hati bagi orang baru karena mempertimbangkan perasaan putra-putranya.
Selama menjalani hidup sendiri, ia mengaku lebih memprioritaskan perasaan anak dibandingkan keinginan untuk mencari pasangan baru. Bahkan, ia sempat menanyakan harapan anak keduanya, yang dengan jujur menginginkan kedua orang tuanya kembali bersatu.
“Saat saya bertanya mengenai impian terbesarnya, putra kedua saya menjawab ingin melihat papa dan mama bersatu. Hal itu sangat menyentuh perasaan saya,” ujar Razip.
Kekuatan Doa dari Tanah Suci
Proses untuk rujuk ini mulai menemui titik terang saat Juliana menyampaikan niatnya sebelum berangkat menunaikan ibadah umrah pada April tahun lalu. Gayung bersambut, Razip yang sebelumnya juga sempat berdoa di Tanah Suci demi keutuhan keluarganya, menyetujui ajakan tersebut.
Meski sempat muncul perasaan trauma dan fobia akan kegagalan masa lalu, keduanya sepakat untuk mengesampingkan ego.
Juliana mengakui bahwa keputusan untuk rujuk dengan mantan suaminya bukan hal mudah. Ia sempat merasakan kecanggungan, bahkan seperti berhadapan dengan orang asing. Namun, peran anak sulung sebagai penghubung menjadi faktor penting dalam membuka kembali komunikasi.
Menurutnya, keinginan anak-anak serta rasa kasih sayang yang masih ada membuatnya mempertimbangkan keputusan tersebut dengan matang. Kini, keduanya berkomitmen menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih dewasa, belajar dari kesalahan masa lalu, dan fokus pada keharmonisan keluarga.
“Awalnya terasa seperti mimpi dan masih ada rasa kagok meski sudah sah kembali. Namun, pengalaman masa lalu mendewasakan kami. Di usia sekarang, kami hanya ingin mengejar ketenangan,” tutur Juliana.
Kisah rujuk pasangan ini menjadi viral bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena pesan kuat tentang arti keluarga, pengorbanan, dan kesempatan kedua setelah perceraian. (*/pri)


