Buntok, Kantamedia.com – Musibah kebakaran hutan dan lahan yang menerjang wilayah Kabupaten Barito Selatan dikhawatirkan memicu ancaman serius bagi masyarakat setempat. Memasuki Rabu (23/9/2026), paparan kabut asap tebal menyelimuti Kota Buntok hingga memangkas jarak pandang bebas hingga tersisa sekitar 50 meter.
“Asapnya semakin tebal, jarak pandang semakin pendek saja, sekarang sepertinya hanya sekitar 50-an meter ke depan yang kita bisa melihat jelas,” keluh Dayat, salah seorang warga Buntok kepada Kantamedia.com, Rabu sore.
Selain membuat jarak pandang yang sangat berkurang, warga yang beraktivitas di luar rumah mengaku mulai merasakan dampaknya, salah satunya mata terasa perih dan dada yang terasa sesak.
Merespons memburuknya kualitas udara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, HM Farid Yusran, meminta masyarakat untuk menekan mobilitas di luar ruangan jika tidak ada urusan mendesak.
“Kalau memang terpaksa harus keluar, jangan lupa gunakan masker,” imbau Farid Yusran, Rabu (23/9/2026).
Penggunaan masker, lanjut Farid, sangat penting sebagai salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak atau bahaya yang diakibatkan kabut asap Karhutla baik jangka pendek maupun jangka panjang.
“Karena dampak kabut asap ini luar biasa. Jangka pendek, itu paling tidak bisa terpapar infeksi saluran pernapasan atau ISPA. Dan jangka panjang, bukan tidak mungkin mengakibatkan penyakit paru-paru, akibat racun ada pada kabut asap ini terhirup terlalu sering,” papar Farid.
Khawatirnya ancaman kesehatan ini sejalan dengan data resmi pemerintah. Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang diakses melalui laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup (ispu.kemenlh.go.id) pada Rabu sore pukul 17.00 WIB, kualitas udara di Kota Buntok resmi masuk status Berbahaya.
Tingkat pencemaran tersebut ditandai oleh melonjaknya konsentrasi partikulat halus PM10 yang menembus angka 1.000 µg/m³, serta parameter PM2,5 yang berada pada kisaran 660 µg/m³. Kedua indikator tersebut melampaui batas aman dan mengonfirmasi bahwa udara di wilayah Buntok sudah sangat tidak sehat untuk dihirup. (pri)






