Palangka Raya, Kantamedia.com – Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Jarak pandang yang menyusut memaksa sejumlah maskapai menyesuaikan jadwal, bahkan membatalkan penerbangan demi keselamatan.
Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan menegaskan bahwa gangguan tersebut murni disebabkan cuaca berupa kabut asap. Ia memastikan tidak ada kerusakan pada fasilitas bandara maupun peralatan navigasi pendaratan.
“Dapat kami sampaikan bahwa gangguan operasional bandara ini terjadi akibat cuaca kabut asap yang memengaruhi jarak pandang kapten penerbang. Untuk melakukan kegiatan pendaratan dan lepas landas dengan baik, dibutuhkan jarak pandang tertentu,” ujar I Made Darmawan, Sabtu (19/9/2026).
Made menyebutkan, jarak pandang di sekitar area penerbangan saat ini hanya sekitar 800 meter. Angka itu jauh di bawah batas yang dibutuhkan agar pesawat dapat beroperasi dengan aman. “Jarak pandang yang dianggap aman dan memenuhi standar keselamatan adalah sekitar 1.500 hingga 2.000 meter. Angka 800 meter ini masih sangat jauh dari syarat aman,” jelasnya.
Jarak pandang itu, kata dia, berubah-ubah mengikuti arah angin dan tingkat kepekatan kabut asap. Karena itu, pihak bandara terus memantau kondisi cuaca sebelum pesawat mendarat maupun lepas landas.
Dampaknya cukup besar bagi lalu lintas udara. Pada Kamis (17/9/2026), sebanyak 16 pergerakan penerbangan terdampak. Sehari berikutnya, Jumat (18/9/2026), jumlahnya bertambah menjadi 18 pergerakan.
“Dengan demikian, dalam dua hari terdapat sedikitnya 34 pergerakan penerbangan yang terdampak kondisi kabut asap di Bandara Tjilik Riwut. Untuk hari Sabtu masih menunggu kondisi di lapangan,” katanya.
Garuda Indonesia dan Super Air Jet termasuk maskapai yang memilih membatalkan penerbangan. Adapun Lion Air dan Citilink masih menunggu perkembangan cuaca sebelum menentukan langkah operasional berikutnya.
“Beberapa maskapai masih menunggu peluang perbaikan cuaca. Kami berharap kondisi ini segera membaik sehingga aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut bisa kembali normal seperti sediakala,” kata Made.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang aktif memantau jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Penumpang juga diminta bersiap menghadapi kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal sewaktu-waktu, mengikuti kondisi jarak pandang.
“Di tengah kepungan kabut asap, Bandara Tjilik Riwut juga menyiapkan fasilitas untuk membantu penumpang dan pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan. Di antaranya ruangan oksigen, layanan ambulans selama jam operasional, serta masker gratis yang dapat diperoleh dengan menghubungi petugas bandara,” ujarnya.
Manajemen bandara menegaskan, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Penerbangan baru akan kembali normal setelah jarak pandang dan cuaca memenuhi persyaratan keselamatan. (*/pri)






