DPRD Barito Utara Dukung Vokasi Operator Alat Berat

Muara Teweh, Kantamedia.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Disnakertranskop UKM setempat baru-baru ini menginisiasi Pelatihan Operator Alat Berat Excavator dan Dump Truck Angkatan 2026. Langkah taktis ini diambil sebagai strategi jitu guna mendongkrak kompetensi angkatan kerja domestik sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di daerah.

Program penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nonformal tersebut mendapat respons positif dari kalangan parlemen. Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, menilai pembekalan keterampilan teknis ini sangat sinkron dengan karakteristik kebutuhan pasar kerja lokal yang didominasi oleh ekspansi sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

“Putra-putri daerah harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Melalui sertifikasi kompetensi standar industri ini, posisi tawar tenaga kerja lokal otomatis meningkat, sehingga mereka tidak hanya siap kerja tetapi juga mampu mendongkrak taraf pendapatan keluarga,” ujar Ardianto, Senin (26/1/2026).

Sebanyak 32 pemuda asal Kabupaten Barito Utara tercatat lolos seleksi sebagai peserta. Guna mendapatkan standarisasi terbaik, seluruh peserta dikirim untuk menjalani masa karantina pelatihan intensif selama 20 hari di LPK Kuat Perkasa Abadi yang berlokasi di Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Kurikulum pendidikan di sana mencakup pengoperasian unit, pemahaman materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), etika profesi, hingga simulasi praktik lapangan.

Mengingat besarnya alokasi anggaran daerah yang dikucurkan, Ardianto mengingatkan sektor swasta dan korporasi yang beroperasi di bumi Iya Mulik Bengkang Turan untuk ikut bertanggung jawab. Manajemen perusahaan wajib memprioritaskan penyerapan para lulusan terampil ini dalam setiap sirkulasi perekrutan karyawan baru.

Ardianto menegaskan, pihaknya di lembaga DPRD Barito Utara berkomitmen mengawal keberlanjutan investasi SDM ini dalam jangka panjang. Penguatan lini vokasi secara konsisten diyakini menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan struktural, menciptakan kemandirian ekonomi, serta mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *