Muara Teweh, Kantamedia.com – Kerusakan parah pada ruas jalan nasional di wilayah Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, memicu desakan dari pihak legislatif Barito Utara agar segera dilakukan penanganan secara menyeluruh. Infrastruktur yang bopeng tersebut dinilai tidak hanya mengancam keselamatan para pengendara, tetapi juga mulai menghambat kelancaran arus transportasi logistik antarwilayah.
Sikap kritis tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Barito Utara, Bina Husada. Meski mengkritik kondisi jalan, ia tetap mengapresiasi langkah taktis jajaran Dinas PUPR kabupaten yang bergerak cepat membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dalam melakukan pengurukan dan perbaikan darurat di sejumlah titik rawan.
“Respons cepat tim lapangan sangat baik untuk meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas. Namun, intervensi darurat ini sifatnya hanya sementara dan harus segera disusul dengan proyek rekahan atau perbaikan permanen,” ujar Bina Husada.
Politisi ini menegaskan, karena status jalur tersebut merupakan jalan nasional, pihak BPJN memiliki tanggung jawab mutlak untuk segera mengalokasikan anggaran restorasi sesuai standar teknis yang kokoh. Penundaan pengerjaan dikhawatirkan akan membuat struktur aspal semakin hancur, terlebih saat memasuki musim penghujan.
Di samping masalah anggaran pusat, Bina juga menyoroti aspek pengawasan di lapangan, khususnya terkait maraknya armada angkutan barang industri yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas tonase (overdimension over-load). Praktik pelanggaran ini dituding sebagai biang kerok utama yang mempercepat laju kerusakan fasilitas publik.
Lembaga DPRD Barito Utara berkomitmen untuk memaksimalkan fungsi pengawasan melekat serta mendorong koordinasi lintas instansi secara intensif. Para pelaku usaha ekspedisi dan pertambangan pun diperingatkan agar mematuhi aturan muatan demi menjaga keawetan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat tersebut. (pri)


