Palangka Raya, Kantamedia.com — Terisolasi oleh jarak dan terbatasnya fasilitas medis, masyarakat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sangat membutuhkan rumah sakit rujukan tipe B. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah mendesak pemerintah agar memprioritaskan pembangunan fasilitas kesehatan lanjutan tersebut demi mewujudkan pemerataan layanan berobat.
Anggota DPRD Kalteng, Purdiono, mengungkapkan bahwa warga setempat sering kesulitan mendapatkan tindakan medis spesialis. Pasien darurat terpaksa menempuh perjalanan jauh menuju RSUD Doris Sylvanus di Palangka Raya. Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran kapasitas ruang inap rumah sakit pusat provinsi tersebut amat terbatas.
“Harapan kami, di wilayah DAS Barito dapat dibangun rumah sakit tipe B sebagai rumah sakit rujukan sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Purdiono, Sabtu (4/7/2026).
Purdiono menilai, kehadiran fasilitas rujukan di kawasan Barito tidak sekadar memangkas durasi rujukan medis. Kehadirannya sekaligus mengurai penumpukan pasien di RSUD Doris Sylvanus yang selama ini memikul beban rujukan terbesar se-Kalimantan Tengah, khususnya dari wilayah bagian timur dan barat.
Sebagai komitmen awal, Pemerintah Kabupaten Barito Timur dikabarkan telah menyediakan lahan matang yang siap dibangun. Menurut legislator DPRD Kalteng ini, langkah strategis tersebut tinggal menunggu sinergi pendanaan antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan pemerintah pusat.
Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghalang bagi jaminan keselamatan jiwa publik. Penguatan fasilitas kesehatan daerah terpencil mesti ditempatkan sebagai program skala prioritas.
“Harapan kami pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat mendukung pembangunan rumah sakit ini, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat DAS Barito semakin optimal,” pungkas Purdiono. (pri)






