Hap menilai langkah antisipatif melalui koordinasi lintas instansi serta patroli terpadu merupakan langkah tepat, mengingat prediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal.
“Kami mendukung penuh kesiapsiagaan pemerintah kota. Apalagi berdasarkan prakiraan, musim kemarau akan lebih kering sehingga potensi karhutla meningkat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menekankan bahwa selain kesiapan personel dan sarana prasarana, pengawasan di lapangan harus diperkuat, terutama di wilayah rawan. Seperti Kecamatan Jekan Raya, Pahandut, dan Sebangau yang kerap terjadi kebakaran lahan.
Dikatakan, peran masyarakat juga menjadi kunci dalam pencegahan karhutla, sehingga sosialisasi harus terus digencarkan hingga tingkat kelurahan.
“Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana ini bagus, tinggal bagaimana implementasinya benar-benar berjalan. Masyarakat harus dilibatkan aktif, karena sebagian besar kasus karhutla dipicu oleh aktivitas manusia,” jelasnya.
Selebihnya Hap meminta Pemerintah Kota Palangka Raya dapat memastikan ketersediaan peralatan pemadaman, serta dukungan anggaran yang memadai agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif saat terjadi kebakaran.(*/Fay)


