Kantamedia.com – Merasa diremehkan oleh orang lain tentu tidak menyenangkan dan dapat mengganggu rasa percaya diri serta motivasi. Namun, tanpa disadari, beberapa sikap kita sendiri bisa menjadi penyebab utama mengapa orang lain cenderung memandang sebelah mata.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengubah sikap-sikap tersebut agar tidak lagi menjadi penghalang dalam mencapai potensi maksimal kita.
Berikut ini adalah delapan sikap yang dapat membuatmu gampang diremehkan orang, beserta tips praktis sebagai cara mengatasinya. Selengkapnya, simak uraiannya di bawah ini.
1. Kurangnya Percaya Diri
Kurangnya percaya diri adalah salah satu sikap utama yang membuat seseorang mudah diremehkan. Ketika kamu tidak yakin dengan kemampuan dan nilai dirimu sendiri, hal ini akan terlihat dalam cara kamu berbicara, bertindak, dan membuat keputusan. Orang lain akan menangkap ketidakpastian ini dan mungkin meremehkan kemampuanmu.
Bangun rasa percaya dirimu dengan mengenali dan menghargai prestasi serta kelebihan yang kamu miliki. Jangan ragu untuk mengungkapkan pendapatmu dan berani mengambil langkah dalam menghadapi tantangan.
2. Selalu Menghindar dari Tanggung Jawab
Orang yang sering menghindar dari tanggung jawab biasanya dianggap tidak dapat diandalkan dan tidak serius dalam menjalankan tugas. Sikap ini dapat membuatmu terlihat tidak kompeten di mata orang lain.
Mulailah dengan menerima tanggung jawab kecil dan tingkatkan secara bertahap. Ambil inisiatif dalam pekerjaan dan tunjukkan bahwa kamu bisa diandalkan. Dengan begitu, orang lain akan mulai menghargai kontribusimu.
3. Terlalu Merendahkan Diri
Meskipun rendah hati adalah sikap yang baik, terlalu merendahkan diri sendiri bisa berakibat negatif. Orang lain mungkin akan melihatmu sebagai seseorang yang tidak yakin dengan kemampuan dan pencapaiannya.
Belajar untuk mengakui pencapaianmu tanpa harus terlihat sombong. Berikan diri sendiri penghargaan yang pantas atas usaha dan kerja keras yang telah kamu lakukan.
4. Sulit Mengatakan Tidak
Orang yang sulit mengatakan tidak sering kali dianggap lemah dan mudah dimanfaatkan. Akibatnya, mereka sering diberikan tugas atau tanggung jawab yang sebenarnya tidak ingin atau tidak mampu mereka tangani.
Belajar untuk menetapkan batasan dan mengatakan tidak ketika diperlukan. Mengatakan tidak bukan berarti kamu tidak peduli, melainkan kamu tahu kemampuan dan prioritasmu.



