Diam-diam Merusak Kebahagiaan, Segera Hentikan 7 Kebiasaan Toksik Ini

Kantamedia.com – Padatnya aktivitas sehari-hari kerap membuat seseorang secara tidak sadar memelihara rutinitas atau kebiasaan toksik yang berpotensi merusak kesehatan mental. Padahal, tindakan yang terkesan sepele tersebut dapat mengikis rasa bahagia dalam menjalani kehidupan.

Sebagai langkah awal untuk meraih keseharian yang lebih bermakna dan bebas dari stres, evaluasi terhadap perilaku personal mutlak diperlukan. Melansir laman Real Simple, Jumat (10/7/2026), terdapat beberapa kekeliruan berulang yang harus segera dihentikan demi menjaga stabilitas emosional.

Tujuh kebiasaan buruk ini harus bisa ditinggalkan demi kebahagiaanmu:

1. Mengoperasikan Gawai Menjelang Tidur

“Aktivitas berselancar di media sosial sebelum tidur terus-menerus menstimulasi otak secara berlebihan, sehingga tubuh menjadi sulit beristirahat,” jelas psikiater di Mindpath Health, dr. Zishan Khan, MD.

Langkah solutifnya adalah dengan menjauhkan ponsel 30 hingga 60 menit sebelum tidur, lalu mengalihkan fokus pada kegiatan menenangkan seperti meditasi atau membaca buku.

2. Gaya Hidup Kurang Bergerak

Menurut dr. Khan, minimnya aktivitas fisik berkorelasi langsung pada peningkatan hormon stres dan memicu penurunan suasana hati. Jika jadwal olahraga harian berantakan, siasati dengan melakukan peregangan ringan, berjalan kaki, atau yoga singkat di sela waktu istirahat.

3. Melewatkan Waktu Jeda Kerja

“Waktu istirahat bukan sebuah hadiah atas kerja keras, dan Anda tidak akan memenangkan apa pun dengan mengabaikannya,” tegas Kiana Shelton, LCSW, seorang terapis berlisensi di Mindpath Health. Mengambil jeda singkat selama lima menit untuk sekadar mengambil air minum sangat krusial guna menyegarkan kinerja otak.

4. Perilaku Konsumtif Impulsif

Berbelanja tanpa perencanaan matang memicu pembengkakan finansial dan penumpukan barang tak berguna di rumah. Guna meredam hasrat belanja ini, terapkan metode tunggu 24 jam sebelum bertransaksi serta hapus platform belanja digital dari ponsel Anda.

5. Enggan Menetapkan Batasan Diri

Sifat yang terlalu sering mengiyakan permintaan orang lain berisiko memicu kelelahan kronis dan konflik internal. Mulailah bersikap asertif dengan memprioritaskan agenda yang sejalan dengan kapasitas diri.

6. Paparan Layar yang Berlebihan

Menatap layar ponsel terlalu lama dapat menguras energi mental dan menjauhkan seseorang dari realitas. Terapkan metode 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit untuk melihat objek berjarak enam meter selama 20 detik.

7. Menomorduakan Perawatan Diri

Mengabaikan kebutuhan diri sendiri sama saja dengan membiarkan faktor eksternal merenggut ketenangan batin. “Mengalokasikan waktu untuk diri sendiri secara konsisten memastikan Anda memiliki energi yang cukup untuk membantu lingkungan sekitar,” tutur Shelton.

Proses membuang kebiasaan buruk yang telah mengakar ini setidaknya membutuhkan waktu adaptasi hingga dua bulan agar mental kembali pulih sepenuhnya. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *