Kantamedia.com – Selebritas Inara Rusli secara resmi memperkenalkan identitas panggung terbarunya sebagai simbol transformasi diri yang lebih bermakna. Mantan istri Virgoun tersebut kini memilih sapaan Inarasati untuk merepresentasikan visi hidupnya yang lebih tenang dan penuh kesadaran di tengah berbagai dinamika personal yang ia hadapi.
Perubahan tersebut pertama kali diketahui publik melalui pembaruan profil di akun Instagram miliknya. Inara menegaskan, pergantian nama ini bukan sekadar strategi di industri hiburan, melainkan memiliki makna personal yang mendalam.
Dalam keterangannya di kanal YouTube Nanda Persada, ia menjelaskan bahwa penambahan akhiran pada namanya bukan sekadar upaya penjenamaan ulang (rebranding) di industri hiburan, melainkan memiliki filosofi mendalam yang berakar dari bahasa Sansekerta.
“Identitas dasar saya tetap ada, namun saya menambahkan elemen baru. Dalam bahasa Sansekerta, ‘Sati’ bermakna mindfulness atau kesadaran penuh, kecukupan, sekaligus ketulusan dalam kesetiaan,” ujar Inara.
Makna Spiritual dan Pengingat Jati Diri
Bagi ibu tiga anak ini, pemilihan nama Inarasati berfungsi sebagai doa sekaligus pengingat harian agar dirinya tetap berpijak pada kejujuran. Ia berharap identitas baru ini dapat menuntunnya menjadi pribadi yang lebih terbuka terhadap kenyataan hidup dan tetap setia pada prinsip yang ia yakini.
Inara menegaskan bahwa kejujuran terhadap diri sendiri adalah pondasi utama yang ingin ia bangun melalui nama tersebut. Meski demikian, perubahan ini hanya berlaku untuk keperluan aktivitas publik dan karier profesionalnya di dunia showbiz. Secara legalitas hukum, ia memastikan tidak ada perubahan pada dokumen negara, di mana namanya tetap tercatat sebagai Ina Idola Rusli.
Transformasi Tanda Tangan dan Buang Sial
Langkah pembaruan identitas ini rupanya tidak hanya berhenti pada nama panggung. Atas saran dari kerabat dekat yang dianggapnya bijak, Inara Rusli juga memutuskan untuk mengubah bentuk tanda tangannya pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Keputusan ini diambil karena ia meyakini bahwa setiap goresan tangan dan ucapan merupakan representasi dari doa.
“Saya juga telah memperbarui tanda tangan di KTP. Bagi saya, ini adalah salah satu upaya untuk membuang energi negatif dari masa lalu dan membuka lembaran baru yang lebih segar,” ungkapnya.
Keputusan besar ini muncul di tengah berbagai polemik hukum dan isu pribadi yang sempat menerpanya belakangan ini. Alih-alih terpuruk dengan tekanan eksternal, Inarasati memilih untuk menjadikannya momentum refleksi diri. Ia mengaku tidak keberatan dengan proses panjang yang harus dilalui, asalkan hal tersebut membawa dampak positif bagi ketenangan batin dan masa depannya. (*/pri)


