Kantamedia.com – Studi terbaru menemukan konsumsi tinggi makanan olahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 67 persen, hal ini karena kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses terbukti membawa risiko serius bagi kesehatan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JACC: Advances melibatkan 6.814 orang dewasa berusia 45 hingga 84 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Selama 12 tahun, para peneliti memantau pola makan serta kondisi kesehatan para peserta.
Hasilnya menunjukkan, mereka yang mengonsumsi rata-rata 9,3 porsi makanan ultra-proses per hari memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami serangan jantung, stroke, atau kematian akibat penyakit jantung dibandingkan peserta yang hanya mengonsumsi sekitar 1,1 porsi per hari.
Kardiolog Minhal Makshood dari MedStar Montgomery Medical Center menjelaskan bahwa setiap tambahan satu porsi makanan ultra-proses per hari berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 5,1 persen.
“Risiko meningkat secara bertahap, dengan setiap porsi tambahan per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 5,1 persen, statistik yang cukup signifikan,” ujarnya, dikutip dari Prevention, Kamis (2/4/2026).
Ketua kardiologi Allen Taylor menambahkan, makanan ultra-proses umumnya mengandung garam tinggi, gula tambahan, serta lemak tidak sehat, dan cenderung rendah serat. Kandungan tersebut dapat memicu peradangan, mengganggu mikrobioma usus, serta meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol—faktor utama pemicu penyakit jantung.
Beberapa contoh makanan ultra-proses antara lain sereal kemasan, yogurt berperisa, nugget, sosis, pizza beku, hingga minuman ringan. Tanpa disadari, pola konsumsi harian banyak orang sudah mencakup porsi tinggi makanan jenis ini.
Meski demikian, para ahli menekankan pentingnya pendekatan realistis dalam mengatur pola makan. Salah satu yang disarankan adalah pola 80:20, yakni mayoritas makanan terdiri dari bahan utuh seperti sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan, sementara makanan olahan tetap boleh dikonsumsi sesekali.
Selain itu, pola makan Diet Mediterania juga dinilai ideal karena menekankan konsumsi makanan segar dan minim proses.
Para peneliti menyimpulkan, semakin besar porsi makanan ultra-proses dalam diet harian, semakin tinggi pula risiko gangguan jantung dalam jangka panjang. Karena itu, perubahan pola makan sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung. (*Mhu).


