Maling Jadi Polisi

Oleh: Anton Kurnia (Terjemahan)

Lenka mencengkeram tengkuk leher kucing itu dan mengangkatnya ke tanah. Lalu kami mempertimbangkan apa yang mesti dilakukan. Si kucing menutup matanya dan menekan telinganya. Dia menaruh ekornya di antara kakinya. Kucing gelandangan itu kurus meskipun sering mencuri makanan. Bulunya oranye seperti lidah api dengan pulas putih di perutnya.

Ruben berkata sambil berpikir, “Apa yang akan kita lakukan kepadanya?”

“Ayo kita beri dia pelajaran!” kataku gemas.

“Itu tak akan berhasil,” kata Lenka. “Sifatnya begitu kekanak-kanakan. Cobalah memberinya makan.”

Kucing itu menunggu sambil memejamkan kedua matanya.

Kami mengikuti saran Lenka lalu menarik kucing itu ke lemari dan memberinya makan malam yang enak: babi panggang, daging ayam beku, susu, dan krim asam.

Kucing itu makan dengan lahap selama lebih dari satu jam. Kemudian dia terhuyung-huyung keluar dari lemari. Dia membersihkan diri dengan menjilati tubuhnya dan duduk di ambang pintu, lalu memandang kami dengan mata hijaunya yang genit.

Setelah membersihkan diri dan mendengus panjang, dia menggosok kepalanya ke lantai. Itu menunjukkan bahwa dia merasa senang. Kami tidak cemas dia akan merontokkan sendiri bulu-bulu di belakang kepalanya.

Kemudian kucing itu menggulingkan punggungnya, menangkap ekornya sendiri, mengunyahnya, dan meludahinya. Lalu, dia meregangkan tubuhnya dekat tungku perapian dan mendengkur dengan tenang.

Sejak malam itu dia hidup bersama kami dan dia pun berhenti mencuri. Keesokan paginya dia bahkan melakukan perbuatan mulia yang tak terduga.

Ayam-ayam betina naik ke atas meja di taman, saling mendorong, berkotek ribut, dan mematuki piring gandum. Kucing itu menyelinap ke arah ayam-ayam dan melompat ke atas meja sambil mengeong-ngeong kepada mereka.

Ayam-ayam betina itu berhamburan turun dengan berkotek-kotek putus asa. Mereka berlari ke buli-buli yang berisi susu, bulu-bulu mereka berontokan. Mereka menjauh dari taman.

Catatan Redaksi:
Kantamedia.com menerima tulisan cerpen, puisi dan opini dari masyarakat luas. Kriteria tulisan adalah maksimum 1.000 kata dan tidak sedang dikirim atau sudah tayang di media lain. Kirim tulisan ke [email protected] disertai dengan tanda pengenal dan foto diri.

TAGGED:
Bagikan berita ini