Puisi: Sehelai Kertas, Jendela Keropos

Sehelai Kertas

Tulislah aku
dengan kemustahilan
yang belum pernah dilantunkan
oleh mulut manusia.
Nyanyian yang belum pernah
disenandungkan oleh burung.
Kecipak yang belum dihalau
gerak sirip ikan.
Bunyi-bunyi yang tak didengar
telinga manusia.

Purbalingga, 2026

Pesan Kaki Meja Pada Manusia

Apa bedanya kakiku dan kakimu,
wahai manusia,
Jika kau tak kunjung
berjalan juga?

Purbalingga, 2026

Sepatu Hak Tinggi

Ada yang merasa lebih tinggi
tanpa sepatu hak tinggi,
ialah hatimu sendiri.
Tempat ego dan iri bersembunyi.

Purbalingga, 2026

Ukiran Kayu di Kursi

Kecantikanku tak bisa diedit
oleh aplikasi, oleh fitur-fitur
buatan yang mengelabuhi
mata-mata manusia.

Purbalingga, 2026

Jendela Keropos

Menolak patah sebelum waktunya
ia tetap tegak
bahkan saat rayap kian menggerogoti tubuhnya.
Jika waktu dibekukan,
aku rasa jendela itu
tetap akan abadi, bukan?

Purbalingga, 2026

 

Yanuar

Yanuar Abdillah Setiadi
Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Menulis di 50 website Nasional. Tiga buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023), Melihat Lebih Dekat (2024). Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (2026). Menjadi pembicara di beberapa seminar kepenulisan. Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Karyanya termuat di berbagai media. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.

 

Catatan Redaksi:
Kantamedia.com menerima tulisan cerpen, puisi dan opini dari masyarakat luas. Kriteria tulisan adalah maksimum 1.000 kata dan tidak sedang dikirim atau sudah tayang di media lain. Kirim tulisan ke redaksi@kantamedia.com disertai dengan tanda pengenal dan foto diri.

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *