Kantamedia.com – Persaingan di industri kendaraan otonom kian menguat seiring agresifnya perusahaan teknologi global mengakselerasi pengembangan sistem mobil tanpa sopir. Amazon Web Services (AWS) menggandeng pemasok hardware otomotif asal Jerman, Aumovi, untuk mendukung peluncuran komersial kendaraan otonom yang ditargetkan mulai 2027.
Dalam kerja sama tersebut, AWS menjadi penyedia layanan cloud utama bagi Aumovi untuk pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Strategi ini diproyeksikan menekan biaya pengembangan sekaligus mempercepat validasi teknologi.
“Pendorong utama industri ini adalah penggunaan AI rekayasa karena memungkinkan proses pengembangan dan validasi dilakukan dengan sumber daya yang jauh lebih efisien,” ujar Manajer Umum Otomotif dan Manufaktur AWS, Ozgur Tohumcu, dikutip dari Reuters, Rabu (7/1/2026).
AWS memanfaatkan teknologi cloud untuk mengolah big data melalui AI generatif dan agen pendeteksi situasi jalan, termasuk identifikasi puing, kendaraan lain, hingga pejalan kaki. Kepala Sistem dan Software Aumovi, Jeremy McClain, menilai AI menjadi komponen krusial dalam memvalidasi kendaraan otonom Level 4, yakni sistem yang mampu beroperasi tanpa campur tangan pengemudi dalam kondisi tertentu.
“Tanpa AI, akan sangat sulit menemukan dan menguji kasus-kasus ekstrem dalam kumpulan data yang sangat besar dan kompleks,” jelas McClain.
Di sisi lain, Nvidia turut memperkuat posisinya di ekosistem kendaraan otonom. Produsen chip ini menggandeng operator robotaxi untuk penggunaan chip AI dan perangkat lunak Drive AV, dengan target implementasi komersial paling cepat pada 2027. Wakil Presiden Otomotif Nvidia, Xinzhou Wu, menyebut teknologi Level 4 membuka peluang kendaraan beroperasi sepenuhnya tanpa pengemudi.
Nvidia bukan pemain baru di sektor otomotif. Sejak meluncurkan chip Drive pada 2015, perusahaan terus memperluas portofolio teknologi kendaraan otonom. Pada Desember lalu, Nvidia mengumumkan pengembangan perangkat lunak mobil otonom yang akan digunakan pada lini terbaru Mercedes-Benz. Selain itu, Nvidia juga menjual akses chip AI dan software simulasi kepada produsen otomotif untuk melatih dan menguji model kendaraan otonom.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa robotika, termasuk kendaraan otonom, menjadi salah satu pilar pertumbuhan utama perusahaan. “Kami membayangkan suatu hari nanti, satu miliar mobil di jalanan adalah otonom. Masyarakat dapat memilih menggunakan taksi robot, menyewa, atau memiliki kendaraan otonom sendiri,” ujarnya dalam konferensi CES 2026.
Langkah strategis AWS dan Nvidia mencerminkan percepatan investasi dan inovasi di sektor kendaraan otonom. Dengan dukungan AI, cloud, dan chip berperforma tinggi, industri ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru yang berpotensi mengubah lanskap transportasi global dalam satu dekade ke depan. (*Mhu).






