Salah satu pelaku UMKM home industry di Palangka Raya, Lusi mengatakan, saat ini dirinya tengah mempersiapkan produk kue Natal andalan,seperti nastar dan mede room banter yang selalu laris saat menjelang perayaan Natal.
“Tentu yang diharapkan harga bahan baku tetap stabil agar produksi kue tidak terkendala,” harapnya, Jumat (8/12/2025).
Lebih dari itu Lusi juga berharap, agar kedepan pemerintah dapat terus memprogramkan bantuan permodalan yang efektif. Terutama dari perbankan guna mendukung pelaku UMKM di Kota Palangka Raya .
Sementara itu Tuti, karyawan toko kue dan snack Asita Palangka Raya, menyebut lonjakan pembeli kue kering biasanya terjadi 10 hari menjelang Natal.
Ia menuturkan, toko akan dipadati pelanggan sejak pagi hingga sore untuk mencari kue putri salju, nastar, hingga melinjo manis dan pedas.
Menurut Tuti, harga berbagai jenis kue kering tersebut berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Ia menilai prospek bisnis UMKM makanan pada akhir tahun ini semakin positif berkat kenaikan permintaan masyarakat.
Dikatakan, kenaikan tren konsumsi makanan dan camilan menjelang Natal 2025 dinilai membuka peluang bisnis yang besar bagi pelaku usaha rumahan. Banyak UMKM mampu berkembang meski hanya bermodal di bawah satu juta rupiah, selama mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.
“Dengan perencanaan produksi yang tepat serta strategi pemasaran yang lebih kreatif, para pelaku UMKM dapat meraih keuntungan maksimal. Momentum perayaan Natal menjadi kesempatan emas bagi usaha makanan lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing,” pungkasnya. (Fay/*)



