OJK Gelar HIM dan BLK 2026, Dorong Budaya Menabung Sejak Dini

Kantamedia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan terkait terus memperkuat budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan.”

Kegiatan puncak HIM dan BLK 2026 digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8), dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Herman Saheruddin.

Turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Duta Literasi Sumsel sekaligus Anggota DPD/MPR RI Ratu Tenny Leriva, Sekda Kalbar Harisson, serta sejumlah kepala daerah seperti Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Walikota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Wakil Walikota Palangka Raya Achmad Zaini, Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta, dan Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar. Lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa mengikuti kegiatan ini.

Friderica menyampaikan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing telah mencapai 69,57% dan 93,61%. Namun, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih di bawah rata-rata nasional sehingga perlu penguatan kolaborasi. “Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan. Jangan menunggu uang banyak dulu, justru supaya uangnya banyak kita harus menabung sedikit demi sedikit,” ujarnya.

OJK menegaskan komitmen bersama kementerian/lembaga untuk meningkatkan literasi dan inklusi anak-anak Indonesia, antara lain melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sebagai pintu masuk budaya menabung sejak dini. (*/Mhu).

 

 

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *