Melansir dari laman resminya, produk HANDEP diproduksi dengan memanfaatkan bahan alami berupa rotan yang ketersediaannya masih melimpah di Kalimantan dan proses pengerjaan yang ramah lingkungan. Produk akhirnya berupa aksesoris fashion dan dekorasi rumah seperti tas, topi, keranjang, dan aksesoris lainnya.
HANDEP sendiri mengusung konsep sustainable fashion yang bertujuan untuk membantu menjaga lingkungan serta pelestarian hutan dan budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.
“Masyarakat Dayak Kalteng mempunyai tradisi menganyam rotan dengan motif tribal ciri khas Dayak yang sangat unik, potensi ini lah yang dikembangkan menjadi produk yang dapat memperkenalkan keunikan dan ciri khas suku Dayak,” jelas Randi.
Selain itu, untuk setiap pembelian 1 produknya, HANDEP menanam 1 pohon di hutan masyarakat di desa-desa mitranya. Kami menggunakan konsep bisnis regenerative yang sifatnya sangat holistik dari sisi lingkungan, sosial dan ekonomi.
Rotan yang membutuhkan hutan untuk hidup akhirnya menjadi senjata bagi HANDEP untuk menjaga hutan. Jika hutan terjaga, rotan tidak akan punah, dan sebaliknya.
“Cara paling sederhana untuk membantu masyarakat adat Dayak menjaga hutan mereka yang merupakan paru-paru dunia ini adalah dengan membeli produknya. HANDEP is craft that conserves Borneo tropical rainforests“, tutur Randi.
Adapun perbedaan produk HANDEP dengan kriya berbahan rotan lain di Kalimantan dan daerah lain di Indonesia adalah anyamannya yang sangat halus, desain yang kontemporer, transparansi dan perdagangan yang adil, serta pewarnaan yang masih menggunakan cara tradisional, yakni dengan pewarna alam. Hal itu dilakukan HANDEP untuk menjaga kearifan lokal.
Saat ini, HANDEP bermitra dengan kurang lebih 350 pengrajin di desa-desa di Kalimantan Tengah dan Barat. Di tahun 2023, HANDEP merambah ke kain tenun Dayak di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, untuk mendukung pelestarian menenun suku Dayak Iban dan memberikan kesempatan mata pencaharian yang lebih baik bagi perempuan penenun. Kain Tenun suku Dayak Iban ini disulap menjadi pakaian dan juga aksesoris seperti tas.

Randi tak menampik produk-produk HANDEP juga dijual ke luar negeri dengan negara seperti Brunei, Malaysia, Jepang, AS, Australia dan beberapa negara Eropa dimana kriya mendapatkan apresiasi tinggi. Namun, ia menyebut pasar domestik yang begitu besar adalah peluang utama yang menjadi prioritas saat ini.
HANDEP telah mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat nasional dan global, seperti Impact Hero Asia Pacific, Forbes 30 Under 30 untuk kategori Social Impacts, Indonesia Brand Founders Award. HANDEP telah menjadi salah satu usaha sosial dan sustainable brand yang menjadi contoh bisnis yang mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan, transparansi, dan berkeadilan.
Harapan Randi, semoga lebih banyak anak muda Indonesia mau bekerja untuk kepentingan sosial, lingkungan dan budaya. ” Saran aku, anak – anak muda Indonesia berkaryalah dan jangan hanya mementingkan uang saja. Memang kita butuh profit, tapi sebisa mungkin upayakan ada hal-hal positif yang bisa kita berikan kepada orang di sekitar dan lingkungan kita” tutup Randi. (*)


