Kantamedia.com – Investor asing mencatat net buy Rp7,10 triliun sepanjang perdagangan 27–31 Juli 2026. Namun, catatan positif ini terutama ditopang oleh transaksi jumbo PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp9,33 triliun di pasar negosiasi. Tanpa transaksi tersebut, asing justru masih membukukan net sell sekitar Rp2 triliun.
Tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net sell Rp413,1 miliar. Disusul PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp237,6 miliar dan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Rp229,6 miliar.
Saham berbasis komoditas juga menjadi sasaran profit taking asing. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net sell Rp187,9 miliar, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp172,9 miliar. Sementara sektor perbankan belum sepenuhnya lepas dari tekanan, dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net sell Rp114,7 miliar.
10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar (27–31 Juli 2026)
– NSSS – Rp428,2 miliar
– TPIA – Rp413,1 miliar
– ANTM – Rp237,6 miliar
– MKPI – Rp229,6 miliar
– AMMN – Rp187,9 miliar
– BUMI – Rp172,9 miliar
– MSIN – Rp163,4 miliar
– DEWA – Rp143,4 miliar
– FILM – Rp143,1 miliar
– BMRI – Rp114,7 miliar
Meski tekanan jual masih membayangi, IHSG tetap mampu ditutup menguat 0,64% ke level 6.236,126 sepanjang pekan lalu. Kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham seperti BBRI, BRPT, SRAJ, BMRI, ASII, dan DCII, sementara MPRO, BREN, MORA, UNTR, dan ENRG menjadi penekan utama indeks.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski aksi jual asing masih terjadi di sejumlah saham besar, dukungan transaksi negosiasi dan penguatan emiten tertentu mampu menjaga IHSG tetap berada di zona hijau. (*/Mhu).


