Aksi Asing Jual BBCA Rp626 Miliar, IHSG Tetap Tembus 8.200

Jakarta, Kantamedia.com – Tekanan jual asing kembali membayangi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pada perdagangan Rabu (12/2/2026), BBCA mencatatkan net sell asing terbesar sebesar Rp626,2 miliar, bahkan melampaui total net sell asing di seluruh pasar saham Indonesia yang mencapai Rp526,6 miliar.

Investor asing melepas saham BBCA di harga rata-rata Rp7.445,1, sehingga menekan harga saham turun tipis 0,33% ke level Rp7.450. Dalam tiga hari terakhir, akumulasi net sell asing di saham bank terbesar di Indonesia itu telah mencapai Rp1,67 triliun, memicu koreksi harga sebesar 2,93%.

Meski saham BBCA tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melanjutkan tren penguatan. IHSG menembus level psikologis 8.200 dan ditutup menguat 1,96% ke posisi 8.290,97. Nilai transaksi tercatat Rp29,80 triliun dengan volume 62,06 miliar saham dalam 3,40 juta kali transaksi. Sebanyak 544 saham menguat, 156 melemah, dan 122 stagnan.

IHSG telah tiga hari berturut-turut berada di zona hijau, setelah masing-masing naik 1,22% dan 1,24% pada awal pekan. Sejumlah sentimen negatif, seperti pemangkasan outlook lima bank besar Indonesia oleh Moody’s serta penundaan peninjauan indeks Indonesia oleh FTSE Russell, belum mampu membalikkan arah pasar.

FTSE Russell menyebut penundaan tersebut terkait potensi peningkatan turnover serta ketidakpastian penentuan persentase free float saham di tengah reformasi pasar modal Indonesia. Pembaruan selanjutnya akan diumumkan menjelang pengumuman FTSE Global Equity Index Series (GEIS) kuartal Juni 2026 pada 22 Mei mendatang.

Dengan kondisi ini, pasar saham domestik menunjukkan ketahanan di tengah tekanan jual asing, meski saham perbankan besar seperti BBCA masih menjadi sasaran aksi lepas investor global. (Mhu)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *