Muara Teweh, Kantamedia.com – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, resmi melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Offroad Kalimantan Tribute 2026 to Camel Trophy, Senin (27/4/2026). Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri langsung oleh para peserta mancanegara asal sembilan negara yang telah bersiap menaklukkan rute ekstrem serta tantangan alam liar Kalimantan.
Dalam sambutannya, H. Shalahuddin menyampaikan ucapan selamat datang yang hangat kepada seluruh anggota rombongan di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Ia menekankan bahwa semboyan daerah tersebut, yang memiliki makna mendalam “Pantang Mundur Sebelum Berhasil”, sangat selaras dengan filosofi tangguh dan jiwa petualang yang melekat pada diri para offroader.
Pemerintah daerah melihat agenda berskala internasional ini sebagai momentum strategis untuk mendongkrak popularitas wilayah di mata dunia. Kehadiran para pesohor otomotif lintas negara diharapkan mampu menjadi cerobong informasi yang efektif dalam mengampanyekan kekayaan lokal ke tingkat global.
“Hal ini tentu menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk memperkenalkan potensi daerah, baik dari sisi pariwisata, budaya, maupun keramahtamahan masyarakat Barito Utara,” ujar Shalahuddin.
Di samping itu, Bupati juga menitipkan pesan penting mengenai aspek keselamatan, mitigasi risiko, serta etika berkendara sepanjang jalur penjelajahan. Ia meminta seluruh peserta untuk senantiasa menjaga ketertiban umum, mematuhi regulasi lalu lintas, serta menghormati adat istiadat kearifan lokal yang dilewati. Langkah ini krusial agar ekspedisi mampu memberikan kesan positif bagi warga setempat.
Pada kesempatan yang sama, Pembina Kalimantan Tribute, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Roesmanhadi, memaparkan sisi fungsional dari kegiatan ini. Menurutnya, perjalanan menembus hutan tropis ini dikonsep sebagai wadah peningkatan kapasitas bagi personel kemanusiaan global.
“Dengan demikian, Kalimantan Tribute 2026 tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga persiapan teknis bagi para relawan dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan di masa depan,” kata Roesmanhadi. (pri)


