Kabut Asap Sebabkan 13 Flight Tertunda di Bandara Tjilik Riwut

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Minggu (30/8/2026). Dari 18 penerbangan yang dijadwalkan, hanya tiga penerbangan yang terealisasi, sementara 13 lainnya mengalami penundaan.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan kondisi tersebut dipicu faktor cuaca dan kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara tidak memenuhi batas aman untuk aktivitas lepas landas maupun pendaratan.

“Rencana planning kita hari ini sebanyak 18 flight. Jadi ada sembilan berangkat, sembilan datang. Nah, realisasinya itu hanya tiga flight. Kemudian yang mengalami penundaan itu sebanyak 13 flight,” ujar I Made Darmawan.

Pemantauan kondisi dilakukan bersama BMKG dan AirNav sejak pagi hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan hasil monitoring, jarak pandang tidak menunjukkan peningkatan signifikan dan justru cenderung menurun.

Bahkan, jarak pandang terendah yang terpantau mencapai hanya 250 meter. Kondisi tersebut berada jauh di bawah jarak pandang yang diperlukan untuk mendukung keselamatan proses take-off dan landing, yang disebut berada pada kisaran 1.500 hingga 2.000 meter berdasarkan informasi AirNav.

Dari tiga penerbangan yang berhasil direalisasikan, dua merupakan penerbangan dari Palangka Raya menuju Jakarta, masing-masing menggunakan Batik Air pada pukul 07.00 WIB dan Garuda Indonesia pada pukul 07.10 WIB. Satu penerbangan lainnya merupakan Super Air Jet dari Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Palangka Raya sekitar pukul 11.00 WIB.

Sementara penerbangan lainnya belum dapat melakukan keberangkatan maupun pendaratan di Bandara Tjilik Riwut akibat kondisi jarak pandang yang belum memungkinkan.

Meski sejumlah penerbangan tertunda dan mengalami pembatalan, kondisi penumpang di terminal disebut tetap kondusif. Pihak bandara bersama maskapai terus memberikan informasi terbaru kepada penumpang mengenai perkembangan kondisi penerbangan.

I Made mengatakan sebagian penumpang juga dapat melihat langsung kondisi di sisi udara yang masih dipenuhi kabut asap sehingga memahami alasan penerbangan tidak dapat dilaksanakan.

“Setiap ada update, penumpang yang membutuhkan informasi, kita berikan informasi yang faktual di lapangan,” katanya.

Untuk mendukung penumpang yang terdampak, pihak bandara memberikan layanan berupa air minum. Sementara maskapai memberikan informasi serta fasilitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, maskapai memberikan relaksasi berupa pengembalian biaya tiket atau refund 100 persen maupun penjadwalan ulang penerbangan atau reschedule ke hari berikutnya.

Namun, penumpang yang memilih reschedule tidak mendapatkan fasilitas hotel dari maskapai dan diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya.

Untuk operasional penerbangan pada Senin (31/8/2026), seluruh maskapai yang telah memberikan pembaruan disebut masih berencana melayani penerbangan, kecuali Batik Air yang menyatakan tidak melakukan penerbangan pada pagi hari.

Pihak Bandara Tjilik Riwut tetap melakukan pemantauan bersama BMKG dan AirNav terhadap perkembangan jarak pandang. Keputusan operasional penerbangan selanjutnya akan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan dan aspek keselamatan penerbangan. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *