PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Ketersediaan beras di Kota Palangka Raya masih terjaga, dengan perkiraan ketahanan stok sekitar 80 hari. Namun, harga beras di pasaran masih menghadapi tekanan karena sebagian besar produk dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), seiring kondisi biaya produksi dan distribusi yang memengaruhi harga jual.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Yusianto, mengatakan kondisi pasokan hingga Senin (26/10/2026) masih mencukupi. Berdasarkan pemantauan terhadap sejumlah distributor, stok beras tersedia dan pengiriman dari daerah pemasok masih berlangsung.
“Untuk kondisi saat ini, kami masih optimistis stok beras dapat mencukupi kebutuhan sekitar tiga bulan ke depan,” kata Yusianto.
Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi saat ini bukan semata-mata ketersediaan barang, melainkan kemampuan beras dijual sesuai ketentuan harga pemerintah. Di satu sisi, pemerintah berupaya menjaga harga melalui penyaluran beras Bulog. Di sisi lain, harga di pasar turut dipengaruhi biaya produksi dan distribusi.
Salah satu beras yang dijual sesuai HET adalah merek Punokawan yang dipasarkan melalui Bulog dan sejumlah ritel modern. Yusianto menyebut kemasan 10 kilogram dijual sekitar Rp154.000. Namun, stok beras dengan harga sesuai ketentuan tersebut tidak selalu tersedia setiap hari di seluruh tempat penjualan.
Sementara itu, harga beras di pasar secara umum masih berada di atas HET. Beras Siam Pamanukan yang diupayakan sebagai alternatif untuk menahan kenaikan harga beras lokal juga menghadapi tekanan harga. Menurut Yusianto, harga beras tersebut di daerah asal sudah di atas Rp15.000 per kilogram, sedangkan harga di pasar Palangka Raya berada di kisaran Rp18.000–Rp19.000 per kilogram.
Pemerintah daerah telah melakukan pembahasan awal bersama Bulog dan Bank Indonesia untuk menjajaki pengadaan beras Siam Pamanukan. Upaya ini diharapkan menjadi salah satu alternatif pengendalian harga, meskipun masih memerlukan koordinasi lebih lanjut.
Yusianto juga mengatakan distribusi beras saat ini masih berjalan dan belum terdapat informasi mengenai gagal panen yang menyebabkan gangguan pasokan secara menyeluruh. Selain itu, bantuan pangan beras untuk periode November–Desember direncanakan kembali disalurkan, termasuk bagi masyarakat di Palangka Raya.
Meski kondisi pasokan masih terkendali, ia menyebut perkembangan dalam tiga bulan ke depan tetap perlu dipantau, terutama kondisi stok di daerah pemasok dan hasil panen berikutnya. Pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pasokan sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat. (daw)






