Palangka Raya, Kantamedia.com – Kota-kota di Kalimantan dituntut untuk bertransformasi, membangun daya saing, dan menjaga keberlanjutan lingkungan agar dapat menjadi penopang terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin,
saat pembukaan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional Kalimantan Tahun 2025 di Kota Palangka Raya. Acara pembukaan berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel, Palangka Raya, Sabtu (27/09/2025).
Lebih lanjut Fairid menyampaikan, selaku tuan rumah Muskomwi V Apeksi Regional Kalimantan yang berlangsung dari tanggal 26 sampai dengan 28 September 2025 di Kota Palangka Raya, maka Muskomwil kali ini mengusung tema strategis Kota Kalimantan, Kota Masa Depan untuk Indonesia Emas.
Tema ini menurutnya sangat relevan, mengingat Kalimantan kini menjadi pusat perhatian nasional. Terutama dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Oleh karenanya sejalan dengan itu Kota-kota di Kalimantan dituntut untuk bertransformasi, membangun daya saing, dan menjaga keberlanjutan lingkungan agar dapat menjadi penopang terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Dalam forum ini, kita memiliki ruang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyusun langkah-langkah nyata dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan,” ungkap Fairid.
Ia menambahkan, berbagai isu penting akan dibahas, mulai dari tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan infrastruktur, digitalisasi layanan publik, penanganan perubahan iklim, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ditekankan, semua itu hanya dapat terwujud melalui kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama antar kota di Kalimantan.
“Melalui Muskomwil V Apeksi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan program strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi kota-kota se-Kalimantan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” harapnya.
Dalam kesempatan itu Fairid menyampaikan, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Muskomwil Apeksi itu Pemerintah Kota Palangka Raya juga melaksanakan seminar dan diskusi dengan topik Potensi Pembiayaan Alternatif dari Ekonomi Karbon.
Seminar ini tidak hanya diikuti oleh delegasi dari sembilan kota se-Kalimantan, tetapi juga dari 13 kabupaten se-Kalimantan Tengah.
Melalui seminar ini imbuh Fairid, diharapkan seluruh kota se-Kalimantan dan kabupaten se-Kalimantan Tengah dapat berkolaborasi dalam bertukar ide dan pemikiran mengenai potensi-potensi Kalimantan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas.
“Saya optimis bahwa dengan sinergi yang kuat Kalimantan dapat memainkan peran kunci dalam mewujudkan visi besar bangsa,” pungkasnya. (Fay/*)


