Palangka Raya, Kantamedia.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika kualitas udara mulai menurun akibat asap dan debu.
Imbauan ini disampaikan seiring mulai terjadinya kebakaran lahan di sejumlah kabupaten memasuki musim kemarau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Riza Syahputra, mengatakan kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan. Paparan asap berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko terpapar partikel berbahaya.
“Apabila hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat, maka penggunaan masker bagi siswa saat beraktivitas di luar ruangan menjadi langkah pencegahan yang disarankan. Tujuannya untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap,” katanya di Palangka Raya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Riza, penggunaan masker tidak hanya dianjurkan bagi siswa, tetapi juga masyarakat umum yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Selain memakai masker, masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat. Hal ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat menghirup partikel asap dalam waktu lama.
“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada selama musim kemarau dan selalu memperhatikan kondisi kualitas udara. Jika udara mulai tidak sehat, gunakan masker saat berada di luar ruangan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah juga terus memantau perkembangan situasi selama musim kemarau, termasuk potensi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Melalui imbauan ini, Riza berharap masyarakat disiplin menerapkan langkah pencegahan sejak dini. Dengan begitu risiko penyakit saluran pernapasan akibat paparan asap maupun debu selama musim kemarau dapat diminimalkan. (*/Fay)


