PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, Rabu (29/7/2026). Pada aksi hari kedua tersebut, massa menebarkan bangkai ayam di halaman kantor sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan masyarakat.
Aksi itu merupakan lanjutan dari demonstrasi yang digelar sehari sebelumnya. Massa kembali mendesak General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah hadir secara langsung untuk berdialog dan memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik yang masih terjadi.
Namun, hingga aksi berlangsung, GM PLN UID Kalselteng tidak hadir menemui peserta aksi. Pihak PLN hanya mengirimkan perwakilan untuk berkomunikasi dengan massa.
Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, menjelaskan bahwa General Manager PLN UID Kalselteng sedang berada di Banjarbaru untuk menghadiri agenda lain sehingga tidak dapat memenuhi permintaan massa.
Ketidakhadiran pimpinan PLN tersebut memicu kekecewaan para demonstran. Sebagai bentuk simbolis atas kerugian yang dialami masyarakat, terutama pelaku usaha dan peternak, massa kemudian menebarkan bangkai ayam di halaman kantor hingga ke ruas jalan di sekitar lokasi aksi.
“Kita akan lempar bangkai ayam ini, biar dia tahu kerugian masyarakat UMKM. Kasih cium di depan general manager,” ujar perwakilan Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap, Fiteli, saat berorasi.
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menilai pemadaman listrik bergilir telah berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan peternak yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usahanya.
Massa menegaskan aksi protes akan terus berlanjut hingga PLN memberikan kepastian mengenai penyelesaian persoalan pemadaman listrik bergilir serta langkah konkret untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi di Kota Palangka Raya. (daw)


