Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tetap digelar pada 2026 meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Seniriaty, menegaskan pelaksanaan FBIM 2026 tidak dibatalkan. Keputusan ini diambil karena FBIM kembali terpilih dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Menurutnya, masuknya FBIM dalam KEN menjadi indikator bahwa festival tersebut memiliki nilai strategis dalam promosi pariwisata dan budaya daerah. Selain itu, kegiatan ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor kreatif dan pemberdayaan potensi lokal.
“Masuknya FBIM dalam KEN 2026 merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, keberlanjutan FBIM diharapkan dapat memperluas pengenalan seni dan budaya Kalteng, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Terkait jadwal dan teknis pelaksanaan, Disbudpar Kalteng masih menunggu arahan pimpinan. Pembahasan lebih lanjut juga akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal.
Seniriaty menyebut koordinasi awal dengan pemerintah daerah telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan FBIM tahun ini. Sebagai agenda tahunan, Festival Budaya Isen Mulang dikenal sebagai salah satu festival budaya terbesar di Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menampilkan beragam kekayaan seni, tradisi, olahraga, serta kuliner khas daerah.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan seluruh kabupaten dan kota untuk membahas format penyelenggaraan FBIM ke depannya agar tetap meriah dan berkualitas,” jelas Seniriaty.
Sebagai informasi, Festival Budaya Isen Mulang merupakan perhelatan budaya tahunan paling komprehensif di Kalimantan Tengah. Acara ini secara rutin menampilkan beragam perlombaan olahraga tradisional, pertunjukan seni tari, musik daerah, hingga pameran kuliner khas yang mencerminkan pluralitas budaya lokal.
Dengan tetap digelarnya FBIM di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah tetap bergerak dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (*/pri)


