Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tengah menyiapkan layanan rumah sakit keliling (mobile hospital) sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan spesialistik di wilayah terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, menyebutkan program tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. “Saat ini masih proses. Pendanaan dari Dinas Kehutanan, desain dari kami. Rencananya Oktober sudah bisa berjalan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Dalam tahap awal, pemerintah akan menyiapkan lima unit bus mobile hospital dan tiga unit layanan kesehatan gigi bergerak (dental mobile). Program ini dilatarbelakangi oleh temuan dari pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan tingginya masalah kesehatan gigi di masyarakat. “Dari hasil CKG, 60% masyarakat bermasalah gigi, sementara dari 207 puskesmas hanya sekitar 100 yang punya dokter gigi,” jelasnya.
Fasilitas dalam layanan keliling tersebut dirancang cukup lengkap, mulai dari USG, rontgen, tindakan bedah ringan (mini surgery), hingga layanan kesehatan gigi. Rencananya, unit mobile ini akan ditempatkan di beberapa wilayah strategis seperti Hanau, Doris, dan Kalawate, serta dioperasikan oleh rumah sakit karena berkaitan dengan perizinan alat medis.
Namun, operasionalnya tidak dilakukan setiap hari, melainkan secara berkala satu hingga dua kali dalam sebulan. “Tujuannya hanya memperluas jangkauan layanan spesialistik, bukan menggantikan layanan kabupaten/kota,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menutup kesenjangan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah dengan keterbatasan fasilitas medis, sekaligus memperkuat komitmen Pemprov Kalteng dalam pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.(Daw).


