Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan terus mendorong percepatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), meski dihadapkan pada rendahnya partisipasi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengungkapkan bahwa capaian program pada 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan. “Tahun 2025 kemarin kita finish di 23% dari target 30%. Tahun ini per Januari sudah sekitar 10%, dengan target 45%,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, target 45 persen tersebut setara dengan sekitar 1,4 juta penduduk dari total 2,8 juta jiwa di Kalimantan Tengah yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Tantangan utama, menurutnya, bukan pada ketersediaan layanan, melainkan pada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini. “Kalau tidak sakit, orang enggan periksa. Padahal ini untuk screening,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes mendorong strategi jemput bola yang dilakukan oleh puskesmas, termasuk menyasar komunitas seperti pengemudi ojek daring dan kelompok masyarakat lainnya. Selain itu, edukasi terus dilakukan melalui kader kesehatan dan berbagai platform informasi untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih mengedepankan pencegahan daripada pengobatan.
“Karena sebenarnya yang bekerja itu puskesmas. Provinsi hanya memfasilitasi,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis capaian CKG akan meningkat, terutama pada periode pertengahan tahun yang biasanya didorong oleh pemeriksaan kesehatan anak sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kalteng dalam membangun masyarakat yang sehat, sadar pencegahan, dan berdaya dalam menjaga kesehatannya. (Daw).


