Cincin Paus Fransiskus Bakal Dihancurkan, Ini Alasannya

Nama The Fisherman’s Ring diambil dari kisah Santo Petrus, seorang nelayan bersahaja yang merupakan salah satu murid Yesus. Ia merupakan Paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik.

Gambar jala yang dilemparkan oleh Petrus juga melambangkan tugas utama Paus sebagai “penjala manusia” dalam konteks spiritual, seperti yang tercatat dalam Injil Markus 1:17.

Di sekeliling gambar tersebut tercantum nama Latin Paus dengan huruf-huruf yang timbul untuk mengidentifikasi pemegang cincin.

Sejak abad ke-15, cincin ini juga memiliki fungsi administratif, yakni sebagai cap stempel resmi untuk dokumen-dokumen penting dari Kepausan. Namun, peran tersebut mulai tergantikan oleh stempel Kepausan pada tahun 1842.

Cincin The Fisherman’s Ring umumnya terbuat dari emas, tetapi cincin yang diberikan kepada Paus Fransiskus pada pentahbisan kepausannya tahun 2013 terbuat dari perak berlapis emas, sebagai simbol kesederhanaan yang menjadi ciri khasnya.

Kardinal Farrell Jadi Pengganti Sementara Paus Fransiskus

Pada Senin (21/4/2025) pagi yang penuh duka, dunia mendengar kabar bahwa Paus Fransiskus telah wafat. Saat itu, Kardinal Kevin Farrell, pengganti sementara Paus Fransiskus, adalah orang pertama yang menyampaikan berita ini kepada publik.

Dengan pernyataan yang penuh rasa hormat, ia mengungkapkan bahwa Paus telah “kembali ke rumah Bapa.” Pengumuman itu juga sekaligus tanda dimulainya tugas berat Farrel sebagai camerlengo, pejabat yang akan memimpin Vatikan selama masa kekosongan takhta kepausan.

Tugas yang diemban Farrell sangatlah besar dan penuh tanggung jawab. Sebagai camerlengo, ia harus mengatur segala urusan administratif Vatikan, menyelenggarakan upacara penghormatan kepada Paus yang telah meninggal, serta mempersiapkan proses pemilihan Paus yang baru.

“Semua ini harus dilakukan dalam suasana yang penuh ketidakpastian, di tengah perasaan kehilangan yang mendalam, baik di Vatikan maupun di seluruh dunia,” terang BBC, Selasa (22/4/2025).

Paus Fransiskus sendiri yang menunjuk Farrell sebagai camerlengo pada 2019. Farrell kini memegang peran vital dalam menjaga kelangsungan operasional Gereja Katolik selama periode Sedes Vacante, masa transisi antara wafatnya Paus dan pemilihan Paus yang baru. Di tengah kesedihan, ia juga harus memimpin berbagai upacara dan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad untuk menghormati warisan Paus Fransiskus.

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *