Cincin Paus Fransiskus Bakal Dihancurkan, Ini Alasannya

Lahir di Dublin pada 1947, Farrell menempuh pendidikan di Universitas Salamanca di Spanyol dan Universitas Kepausan Gregorian di Roma. Kariernya di Gereja dimulai dengan menjadi imam di berbagai tempat, termasuk Universitas Monterrey, Meksiko, dan sebuah paroki di Bethesda, Maryland, AS.

Selama lebih dari 30 tahun, pria berusia 77 tahun ini melayani Gereja di Amerika Serikat. Pada 2007, ia diangkat menjadi Uskup Dallas, dan pada 2016, Paus Fransiskus memintanya untuk memimpin departemen baru Vatikan yang menangani pelayanan pastoral bagi keluarga, serta mengangkatnya menjadi kardinal.

Pada 2023, Paus Fransiskus kembali memberikan kepercayaan besar kepada Farrell, menjadikannya Presiden Mahkamah Agung Negara Kota Vatikan dan Ketua Komisi Urusan Rahasia. Sebagai pengganti sementara Paus Fransiskus, Farrell kini memegang peran penting dalam memastikan kelancaran urusan administratif selama masa transisi ini.

Sebagai camerlengo, Kardinal Farrell, pengganti sementara Paus Fransiskus, bertugas mempersiapkan konklaf, yaitu proses pemilihan paus baru oleh para kardinal. Meskipun jarang, camerlengo bisa terpilih menjadi paus, seperti yang terjadi pada Gioacchino Pecci (Paus Leo XIII) pada 1878 dan Eugenio Pacelli (Paus Pius XII) pada 1939.

Kardinal Farrell juga akan mengesahkan wafatnya Paus Fransiskus secara resmi dan memimpin prosesi pemindahan jenazah Paus dari kapel Domus Santa Marta ke Basilika Santo Petrus. Prosesi ini dijadwalkan segera pada Rabu pagi, sesuai informasi dari Vatikan.

Namun, perjalanan Farrell di Vatikan tidak selalu mulus. Pada 2018, ia sempat menimbulkan kontroversi dalam sebuah wawancara dengan majalah Katolik Irlandia, ketika ia menyatakan bahwa para imam tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk memberikan bimbingan pranikah yang memadai kepada pasangan yang akan menikah.

“Ini mengingatkan publik pada pernyataan kontroversialnya di 2017, di mana ia mengatakan bahwa para imam “tidak memiliki kredibilitas dalam hal menjalani realitas pernikahan,” sebut BBC lagi.

Meskipun demikian, Kardinal Farrell, pengganti sementara Paus Fransiskus, tetap dikenal sebagai pendukung kuat ajaran Paus Fransiskus. Ia mendukung seruan apostolik Amoris Laetitia pada 2016, yang cukup kontroversial mengenai cinta dalam keluarga. “Tidak ada satu pun dalam Amoris Laetitia yang bertentangan dengan Injil,” ujar Farrell pada 2019. “Paus Fransiskus kembali kepada Injil dalam setiap babnya, semuanya bersumber dari Injil atau surat-surat Santo Paulus,” tambahnya.

Sebagai prefek Dicastery for the Laity, the Family, and Life (Dikasteri untuk Awam, Keluarga, dan Kehidupan), Farrell seperti Paus Fransiskus juga memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan inisiatif Vatikan untuk menyambut Tahun Keluarga Amoris Laetitia, yang menandai lima tahun sejak diterbitkannya dokumen tersebut. (*)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *