Buntok, Kantamedia.com – Kemarau panjang yang memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap pekat mendorong Polres Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, menggelar Salat Istisqa. Ibadah memohon hujan itu berlangsung di halaman Mako Sat Samapta Polres Barsel, Jalan Tugu, Buntok, Jumat (16/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Ustaz Ahmad Subhan menjadi imam sekaligus khatib. Adapun Ustaz Kasriani bertugas sebagai muadzin.
Salat Istisqa tersebut diikuti sejumlah unsur. Hadir Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Rahmat Nuryadin, bersama perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten. Personel Polres Barsel dan anggota Kodim 1012/Buntok juga turut serta.
Di waktu yang sama, anggota Polres Barsel yang beragama non-Islam menjalankan ibadah di aula Sat Samapta. Langkah itu menjadi wujud penghormatan atas kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto, melalui Kabag Ops AKP Afif Hasan, menyatakan keprihatinan institusinya terhadap kemarau berkepanjangan di Barito Selatan. Menurut dia, cuaca ekstrem itu tak hanya membuat tanah kering, tetapi juga memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik.
Asap dari kebakaran tersebut kini dirasakan langsung warga. Kabut asap pekat mengganggu aktivitas harian dan menimbulkan kecemasan soal kesehatan.
“Melalui pelaksanaan Salat Istisqa ini, kami memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan di wilayah Barito Selatan. Kami berharap kabut asap akibat karhutla dapat segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat kembali normal,” ujarnya.
AKP Afif berharap doa bersama itu mendatangkan kebaikan bagi masyarakat, melindungi mereka dari dampak bencana, dan menjadi pengharapan agar lingkungan di Barito Selatan segera pulih.
Selain sebagai ikhtiar spiritual, Salat Istisqa ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau panjang dan karhutla.
Saat kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut, warga menanti turunnya hujan untuk meredakan kekeringan dan memadamkan api di lahan terdampak. Meski begitu, upaya pemadaman dan pencegahan karhutla tetap diperlukan agar titik api tidak kembali meluas dan kualitas udara berangsur membaik. Melalui Salat Istisqa ini, harapan pun dipanjatkan agar hujan segera turun, karhutla terkendali, dan kabut asap yang menyelimuti Barsel segera sirna. (pri)


