BPS Jelaskan Desil DTSEN, Masyarakat Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah meminta masyarakat memahami mekanisme desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama bagi warga yang merasa posisi desilnya tidak lagi sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga mengatakan desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok tingkat kesejahteraan relatif. Masing-masing kelompok mencakup sekitar 10 persen dari keseluruhan populasi yang dihitung.

“Desil itu membagi 10 tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu daerah maupun di provinsi. Desil 1, 2, 3 sampai 10 itu menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujar Toto, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, masyarakat yang ingin mengetahui posisi desil dapat melakukan pengecekan secara mandiri. Data tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan.

Toto menjelaskan, apabila kondisi ekonomi keluarga berubah, masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memperbarui data. Pemutakhiran dapat dilakukan melalui mekanisme updating mandiri dengan menyampaikan kondisi terbaru kepada pihak kelurahan atau desa.

Dalam proses tersebut, terdapat sekitar 30 variabel yang diperhatikan, mulai dari kondisi rumah, pendidikan, kesehatan hingga karakteristik keluarga dan kepemilikan aset. Data kemudian diklarifikasi dengan pihak kelurahan atau desa sebelum masuk dalam proses penghitungan desil oleh BPS.

“Kalau merasa desil saya sebenarnya tidak segini, ayo update. Ayo ke kelurahan, kasih tahu. Biar dicek ke rumah, ini benar atau tidak. Nanti setelah di-update, dilaporkan, selanjutnya BPS melakukan pendesilan,” katanya.

Toto menegaskan, perubahan kondisi ekonomi tidak otomatis mengubah desil pada saat itu juga. BPS melakukan penghitungan secara berkala berdasarkan hasil pemutakhiran data yang telah dilakukan dan diverifikasi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurutnya, ketepatan data penting karena desil digunakan pemerintah untuk menentukan sasaran berbagai program bantuan, sehingga bantuan dapat diterima masyarakat yang memang membutuhkan.

“Program pemerintah itu benar-benar bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

BPS berharap masyarakat aktif melakukan pemutakhiran ketika terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi agar data DTSEN tetap mencerminkan kondisi keluarga secara lebih aktual. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *