IPM Kalteng Naik Menjadi 75,45, Palangka Raya Kategori Sangat Tinggi

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah pada 2026 meningkat menjadi 75,45 atau naik 0,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 74,86. Meski secara provinsi telah masuk kategori tinggi, capaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota masih menunjukkan perbedaan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, menyampaikan bahwa peningkatan IPM tersebut didukung perbaikan seluruh indikator pembentuknya, meliputi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Dari aspek kesehatan, umur harapan hidup saat lahir mencapai 74,20 tahun atau meningkat 0,19 tahun. Angka tersebut menggambarkan perkiraan rata-rata usia hidup bayi yang lahir pada 2026 berdasarkan kondisi mortalitas saat ini.

Pada sektor pendidikan, harapan lama sekolah tercatat 12,81 tahun, meningkat 0,03 tahun. Sementara rata-rata lama sekolah mencapai 9,13 tahun atau bertambah 0,17 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun indikator standar hidup layak yang diukur melalui pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12,949 juta. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp337 ribu dibandingkan 2025.

“Pada tahun 2026, nilai IPM Kalimantan Tengah sebesar 75,45 atau termasuk kategori tinggi. Angka ini naik 0,79 persen dari tahun 2025 yang sebesar 74,86,” demikian capaian yang disampaikan BPS Kalteng pada 5 November 2026.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kota Palangka Raya menjadi satu-satunya daerah di Kalteng yang telah mencapai kategori IPM sangat tinggi. Sementara 13 kabupaten lainnya masih berada dalam kategori tinggi.

Dari sisi pertumbuhan, Kabupaten Sukamara mencatat peningkatan IPM tertinggi sebesar 1,06 persen. Berikutnya Kabupaten Seruyan sebesar 0,91 persen dan Kotawaringin Barat sebesar 0,89 persen.

BPS juga mencatat bahwa pada 2026, separuh dari total kabupaten/kota di Kalteng menunjukkan pertumbuhan IPM lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama periode 2022–2025.

Kenaikan IPM secara provinsi tersebut memperlihatkan adanya perbaikan pada ketiga dimensi pembangunan manusia. Namun, perbedaan kategori antara Palangka Raya dan 13 kabupaten lainnya menunjukkan bahwa capaian pembangunan manusia belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Kalteng. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *