Pengangguran Kalteng Naik, TPT Agustus 2026 Capai 4,01 Persen

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Kondisi ketenagakerjaan Kalimantan Tengah menunjukkan tekanan pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 4,01 persen atau setara 58,28 ribu orang, meningkat 0,04 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, menyampaikan bahwa peningkatan pengangguran tersebut terjadi bersamaan dengan berkurangnya jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja.

Pada Agustus 2026, jumlah penduduk usia kerja di Kalteng mencapai 2,19 juta orang, bertambah sekitar 29,58 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Namun, jumlah angkatan kerja justru turun sekitar 22,58 ribu orang menjadi 1,45 juta orang.

Penurunan juga terlihat pada jumlah penduduk bekerja yang tercatat sekitar 1,4 juta orang, berkurang 22,25 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini turut tercermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang turun 1,95 persen poin menjadi 66,45 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan justru mengalami peningkatan lebih besar dibandingkan laki-laki. Tingkat pengangguran perempuan mencapai 5,13 persen atau naik 0,69 persen poin, sedangkan TPT laki-laki sebesar 3,41 persen atau turun 0,30 persen poin.

Perbedaan juga terlihat berdasarkan wilayah. TPT perkotaan meningkat menjadi 4,60 persen atau naik 0,44 persen poin. Sebaliknya, TPT perdesaan turun menjadi 3,40 persen atau berkurang 0,39 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Dari penduduk yang bekerja, sebanyak 69,59 persen merupakan pekerja penuh, 24,34 persen pekerja paruh waktu, dan 6,07 persen tergolong setengah pengangguran. Berdasarkan status pekerjaan, mayoritas bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai dengan proporsi 46,59 persen. Sementara pekerja berstatus berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar hanya sebesar 2,79 persen.

BPS juga mencatat proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal cenderung menurun, sedangkan kegiatan informal mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi salah satu gambaran perubahan struktur pekerjaan di Kalteng.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 460 ribu orang atau 32,96 persen dari total penduduk bekerja. Berikutnya, perdagangan besar dan eceran menyerap 215,91 ribu orang atau 15,47 persen, disusul pertambangan dan penggalian sebanyak 155,84 ribu orang atau 11,17 persen.

Meski demikian, penambahan tenaga kerja terbesar dibandingkan Agustus 2025 justru terjadi pada kategori transportasi, informasi, dan komunikasi sebanyak 11,83 ribu orang. Disusul jasa lainnya sebanyak 7,05 ribu orang serta pertambangan sebanyak 4,31 ribu orang.

Sementara berdasarkan pendidikan, sekitar 13,60 persen penduduk bekerja merupakan lulusan pendidikan tinggi atau Diploma ke atas. BPS turut mencatat penurunan proporsi penduduk bekerja pada sejumlah jenjang pendidikan, yakni SMP, Diploma I/II/III, serta Diploma IV hingga S3.

Data ketenagakerjaan Agustus 2026 tersebut menunjukkan bahwa penurunan jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja berjalan bersamaan dengan kenaikan TPT. Peningkatan pengangguran perempuan dan wilayah perkotaan juga menjadi bagian penting dari perkembangan pasar kerja Kalteng yang perlu mendapat perhatian. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *