Kalteng Mulai Masuki Musim Kemarau, BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Palangka Raya, Kantamedia. com – Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah mulai memasuki musim kemarau pada awal Juni 2026. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan karena sebagian besar daerah masih berada pada masa peralihan atau pancaroba.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika, mengatakan, berdasarkan analisis perkembangan musim, wilayah yang masuk dalam Zona Musim (ZOM) Kalimantan Tengah 11 telah resmi memasuki musim kemarau. Sementara itu, wilayah lainnya masih berada pada fase transisi menuju musim kering.

“Untuk analisis perkembangan musim di wilayah Kalimantan Tengah, ZOM Kalteng 11 sudah masuk musim kemarau, sedangkan wilayah lainnya masih berada pada masa transisi,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, wilayah yang telah memasuki musim kemarau berada di Kabupaten Barito Selatan, meliputi Kecamatan Jenamas, Karau Kuala, sebagian Dusun Utara, sebagian Dusun Selatan, sebagian Gunung Bintang Awai, dan Dusun Hilir.

Selain itu, di Kabupaten Barito Timur, musim kemarau mulai berlangsung di Kecamatan Dusun Tengah, Awang, Patangkep Tutui, Banua Lima, Paju Epat, Pematang Karau, Paku, Raren Batuah, Karusen Janang, hingga Dusun Timur.

Sementara di Kabupaten Kapuas, wilayah yang telah memasuki musim kemarau mencakup sebagian Kecamatan Mantangai dan sebagian Kecamatan Timpah. Kawasan tersebut menjadi daerah pertama yang secara meteorologis mengalami peralihan menuju musim kering.

Meski demikian, Ika menegaskan kondisi cuaca di Kalimantan Tengah masih dipengaruhi masa pancaroba. Kondisi ini menyebabkan potensi hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

“Musim kemarau tidak selalu identik dengan cuaca panas tanpa hujan. Pada masa transisi, hujan masih dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi disertai angin kencang maupun petir,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi dampak perubahan cuaca yang dapat terjadi selama proses peralihan menuju musim kemarau di Kalimantan Tengah. (*/Fay)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *