Palangka Raya, Kantamedia.com- Kondisi kualitas udara di Palangka Raya terus memburuk. Berdasarkan data per 28 Agustus 2026 menunjukkan PM2.5 mencapai 338,5 µg/m³, kategori berbahaya. Sementara itu, dalam beberapa hari ke depan belum ada wilayah di Kalimantan Tengah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut BMKG, Ika Pratiwi, mengatakan cuaca di Kalimantan Tengah umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun kondisi tersebut berpotensi disertai udara kabur akibat kabut asap.
“Kondisi cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan di wilayah Kalimantan Tengah dan berpotensi udara kabur akibat kabut asap,” kata Ika, Sabtu (29/8/2026).
Berdasarkan prakiraan BMKG periode 28–30 Agustus 2026 dan 31 Agustus–3 September 2026, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang tercatat nihil.
Minimnya hujan menjadi perhatian karena dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Waspada potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Dihimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun,” ujarnya.
Selain potensi karhutla, kondisi tanpa hujan juga dapat memperburuk kualitas udara apabila asap dari kebakaran terakumulasi di atmosfer. BMKG mengingatkan masyarakat terhadap kemungkinan penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi dari karhutla.
Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Saat terpaksa keluar rumah, gunakan masker atau penutup wajah. Imbauan ini terutama penting bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan.
“Waspada potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan. Dihimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar ruangan dan ketika berada di luar ruangan untuk menggunakan penutup wajah atau masker,” tandasnya. (*/Fay)


