Buntok, Kantamedia.com — Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), HM Farid Yusran, meminta pemerintah daerah agar memprioritaskan proses pencairan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) demi mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan finansial yang cepat dinilai menjadi salah satu kunci utama agar pengendalian Karhutla di lapangan berjalan maksimal.
Farid menegaskan, alokasi BTT yang memang diperuntukkan bagi penanggulangan bencana idealnya segera disalurkan. Meski demikian, seluruh tahapan administrasi dan syarat pencairan anggaran wajib tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku guna mengantisipasi kendala legalitas pada kemudian hari.
“Bila memang BTT diperuntukkan untuk mengatasi karhutla, lebih baik secepatnya dicairkan, namun tentunya tetap berpedoman pada prinsip dan syarat pencairan anggaran, agar di kemudian hari tidak menjadi masalah,” ujar Farid saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Barsel di Buntok, Rabu (23/9/2026).
Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, percepatan kucuran dana mendesak, lantaran ancaman karhutla membutuhkan langkah penanganan yang padu, cepat dan berkesinambungan. Ia mendorong seluruh instansi terkait untuk mempererat koordinasi demi menekan penyebaran titik api sekaligus melindungi warga dari paparan pencemaran udara.
“Kita berharap semua pihak terkait dapat memperkuat koordinasi, sehingga upaya pemadaman, pencegahan meluasnya karhutla, serta perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap dapat berjalan lebih optimal,” kata Farid.
Di sisi lain, Farid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personil gabungan yang terus bersiaga di garis depan. Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan independen.
“Kita tentu mengapresiasi seluruh pihak yang setiap hari berjibaku di lapangan. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah untuk mengendalikan dan memadamkan karhutla,” tutur Farid.
Menanggapi pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Buntok selama beberapa pekan terakhir, Farid mengingatkan warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Ia meminta masyarakat disiplin memakai alat pelindung diri guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat polusi udara yang memburuk.
“Kondisi udara kita saat ini cukup memprihatinkan. Karena itu, saya mengimbau masyarakat agar menggunakan masker apabila keluar rumah, terutama untuk melindungi kesehatan dari dampak asap karhutla,” imbaunya. (pri)






