Muara Teweh, Kantamedia.com – Komisi legislatif mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT). Strategi diversifikasi ini dinilai mendesak guna memangkas ketergantungan daerah yang terlampau tinggi pada sektor energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
Menurut Anggota Komisi III DPRD Barito Utara, Rosi Wahyuni, dominasi komoditas batu bara dan gas dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) saat ini harus mulai diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mulai merancang arah pembangunan energi yang lebih berkelanjutan. Kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya yang suatu saat akan habis,” ujar Rosi, Jumat (24/4/2026), menanggapi dilaksanakannya forum koordinasi bersama BRIN di Aula Bappedaridda Muara Teweh, Kamis (23/4/2026).
Politisi Partai Hanura ini mengingatkan agar rangkaian kajian akademis yang digodok bersama BRIN tidak berakhir sebagai dokumen formalitas di atas meja kerja. Hasil riset tersebut harus bertransformasi menjadi cetak biru kebijakan konkret yang siap diaplikasikan pada proyek riil di lapangan.
Rosi juga mendesak jajaran eksekutif segera melakukan pemetaan komprehensif terhadap potensi energi bersih yang melimpah di bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Sektor potensial seperti pembangkit listrik tenaga surya, mikrohidro, hingga pemanfaatan biomassa dinilai memiliki prospek cerah untuk dikembangkan dalam skala industri maupun kebutuhan domestik.
Pihak DPRD Barito Utara berjanji akan mengawal inovasi ini dari segi legislasi dan pembiayaan anggaran, sepanjang program tersebut berorientasi pada kemandirian energi dan kesejahteraan rakyat. Melalui transformasi hijau ini, daerah diharapkan mampu mencetak peluang ekonomi baru sekaligus mengubah citra wilayah dari basis pertambangan konvensional menjadi pelopor wilayah ramah lingkungan di Kalimantan Tengah. (pri)


