Program Pembangunan Harus Kedepankan Prinsip Ramah Lingkungan

Palangka Raya, kantamedia.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menekankan pentingnya komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian ekosistem daerah. Dia mengingatkan bahwa kualitas hidup masyarakat di masa depan sangat bergantung pada cara mengelola alam hari ini.

Menurut Tomy, isu lingkungan hidup bukan sekadar tanggung jawab seremonial pemerintah, melainkan kewajiban moral setiap individu. Peringatan tahunan ini diharapkan menjadi titik balik bagi warga Bumi Tambun Bungai untuk lebih proaktif dalam meminimalkan kerusakan alam melalui tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua. Alam yang sehat adalah fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat. Tanpa kesadaran bersama, keberlanjutan hidup generasi mendatang akan terancam,” tegas Tomy Irawan Diran di Palangka Raya, Jumat (10/1/2026).

Baca juga:  Soroti Kesenjangan Infrastruktur, Ketua Komisi III: Ini Problem Struktural

Sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, Kalimantan Tengah menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan roda ekonomi dan proteksi ekologi. Ketua Fraksi PAN Kalteng ini mendorong agar setiap kebijakan daerah, terutama pada sektor pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur, wajib mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Ia berpendapat bahwa eksploitasi sumber daya harus dilakukan secara terukur dan bijak. Integrasi antara kemajuan fisik daerah dan perlindungan lingkungan hidup merupakan kunci agar kekayaan alam tidak habis tergerus oleh ambisi pembangunan jangka pendek.

“Kita tidak boleh mengorbankan kelestarian alam demi pembangunan. Keduanya harus berjalan selaras. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka manfaat ekonomi yang dihasilkan pun akan lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  Tomy Irawan Diran: Penguatan SDM Kunci Daya Saing Global

Melalui semangat Hari Lingkungan Hidup Nasional yang diperingati pada 10 Januari, Tomy berharap munculnya kesadaran kolektif untuk menjaga identitas Kalteng sebagai paru-paru dunia. Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari hal sederhana, seperti dukungan terhadap kebijakan hijau, guna memastikan Kalimantan Tengah tetap menjadi tempat tinggal yang layak bagi anak cucu nanti. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *