Palangka Raya, Kantamedia.com – Sekolah gratis yang digagas Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, mendapat dukungan dari Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto. Namun, ia menegaskan keberhasilan program tersebut harus ditopang oleh kolaborasi kuat lintas pemangku kepentingan.
Menurut Sugiyarto, pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah semata. Seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, orang tua murid, tenaga pendidik, hingga dunia usaha, memiliki tanggung jawab bersama dalam memajukan pendidikan. “Pendidikan ini urusan semua pihak. Pemerintah, pemerintah daerah, orang tua murid, dan dunia usaha memiliki kewajiban. Artinya, pihak-pihak yang memiliki kelebihan bisa memberikan subsidi silang kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Legislator dari Dapil III Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, dan Sukamara ini menekankan pentingnya skema subsidi silang agar program sekolah gratis benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik, khususnya di daerah pedalaman yang masih menghadapi banyak keterbatasan.
Sugiyarto juga menyoroti minimnya jumlah guru sesuai kompetensi di wilayah pedalaman. Kondisi ini, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius melalui koordinasi antara komite sekolah, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta pengawasan dari Disdik. “Semua itu harus dikoordinir dengan baik dan diawasi dinas pendidikan, supaya subsidi silang dari yang mampu kepada yang tidak mampu bisa benar-benar dirasakan oleh semua pihak,” tegasnya.
Selain sumber daya manusia, ia mendorong pemerataan pemanfaatan teknologi pendidikan. Menurutnya, akses dan penggunaan teknologi tidak boleh hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga harus dipacu di pedesaan. “Guru-guru di pedesaan perlu ditingkatkan kemampuannya melalui pelatihan pendidikan, kursus, dan pengembangan kompetensi lainnya agar mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini,” katanya.
Dengan dukungan lintas pihak, program sekolah gratis di Kalteng diharapkan mampu menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak bangsa. (Mhu).


