Menurut Sigit, momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga menjadi pengingat penting akan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
“Iduladha menjadi momen untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sigit di Palangka Raya, Rabu (13/5/2026).
Ia menilai, makna kurban juga harus dipahami secara lebih luas sebagai bentuk pengorbanan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan antarwarga di Kota Palangka Raya yang memiliki keberagaman masyarakat.
Karena itu, Sigit berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Termasuk dalam proses penyembelihan hewan kurban yang tetap memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, serta sesuai dengan ketentuan syariat.
“Kita tentu berharap seluruh rangkaian ibadah Iduladha berjalan lancar. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan tetap mengedepankan kebersamaan dalam momentum yang penuh berkah ini,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong instansi terkait untuk memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah kurban.
Sigit turut mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat nilai gotong royong dan rasa persaudaraan di tengah kehidupan sosial masyarakat Kota Cantik.
“Semoga Iduladha 1447 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Kota Palangka Raya,” tutupnya. (*/Fay)


