Kencan pertama memungkinkan kamu menentukan apakah kamu memiliki chemistry atau kesamaan dengan pasanganmu. Jika tidak, bersikaplah sopan selama kencan dan jangan merencanakan kencan berikutnya.
4. Hanya Berfokus pada Diri Sendiri
Teman kencan kamu pasti ingin mengenal dirimu, tetapi kamu juga harus penasaran dengan siapa mereka. Mengajukan pertanyaan mengarah pada alur percakapan alami dan memungkinkan kamu berdua lebih mengenal satu sama lain. Berikanlah ruang bagi mereka untuk menanyakan apa yang membuat mereka penasaran tentang dirimu. Pastikan kamu berdua memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan hal itu.
5. Membicarakan Trauma Masa Lalu
Tidak apa-apa untuk melakukan percakapan serius pada kencan pertama, tetapi secara umum akan lebih mudah bila nadanya tetap santai. Keintiman sejati membutuhkan waktu dan berbagi pengalaman menyakitkan atau trauma dapat menjadi bagian dari membangun keintiman dan kepercayaan. Namun, membuat orang baru kewalahan dengan trauma masa lalumu bukanlah jalan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut, hal ini dapat mengganggu suasana dan alur kencan kamu.
Seseorang yang bercerita terlalu banyak tentang sesuatu yang menyakitkan yang menimpa mereka, baik karena mereka belum memprosesnya dengan profesional atau mereka menyadari bahwa itu adalah jalan pintas untuk membuat orang lain bertahan untuk sementara waktu.
6. Membicarakan Riwayat Seksual Kamu
Meskipun kamu sangat nyaman mendiskusikan riwayat seksual kamu, teman kencanmu mungkin tidak terlalu tertarik untuk mendiskusikan kehidupan seks kamu di masa lalu atau membocorkan detail mengenai kehidupanmu karena hal ini dapat menyabotase hubungan. Seks merupakan hal yang sangat pribadi bagi kebanyakan orang dan mendiskusikannya pada kencan pertama termasuk red flag.
Apabila keintiman fisik penting bagi kamu dalam suatu hubungan, kamu cukup menyebutkan fakta tersebut dan membiarkan percakapan mengalir dari sana. Jangan memaksakan batasan bila teman kencanmu merasa tidak nyaman dengan topik tersebut. (*/jnp)






