Bahaya Mengintai: 5 Barang Ini Dilarang Disimpan di Bagasi Jok Motor

Kantamedia.com – Bagasi di bawah jok motor kerap menjadi pilihan utama pengendara untuk menaruh berbagai barang bawaan karena dinilai praktis dan aman. Namun, kebiasaan menaruh sembarang benda di bagasi kendaraan roda dua ini ternyata menyimpan potensi bahaya serius, mulai dari kerusakan barang hingga risiko ledakan.

Lokasi bagasi yang berdampingan langsung dengan area mesin membuat suhu udara di dalam ruang penyimpanan tersebut sangat cepat memanas. Kondisi ini kian memburuk saat kendaraan terparkir di bawah terik matahari tanpa adanya sirkulasi udara yang memadai.

Berikut lima jenis benda yang sangat tidak disarankan untuk disimpan di dalam bagasi jok motor:

1. Perangkat Elektronik

Gawai seperti ponsel pintar, pengisi daya portabel (power bank), hingga kamera sangat rentan terhadap radiasi panas. Sebagian besar perangkat ini memanfaatkan baterai berbahan litium yang sangat peka terhadap temperatur tinggi. Paparan suhu ekstrem yang terperangkap di bawah jok motor dapat menurunkan performa baterai, merusak komponen internal, bahkan memicu ledakan serta kebakaran. Selain faktor panas, guncangan keras saat berkendara juga berisiko merusak struktur mekanis gawai.

2. Parfum

Menyimpan minyak wangi di dalam bagasi dapat merusak komposisi zat kimia di dalamnya. Hawa panas akan mengubah kestabilan aroma parfum sehingga baunya tak lagi sama. Selain itu, sebagian besar botol parfum terbuat dari material kaca yang rawan pecah akibat guncangan atau benturan keras selama perjalanan.

3. Korek Api Gas

Korek api pemantik gas menjadi benda paling berbahaya jika ditinggalkan di bawah jok motor. Tekanan gas di dalam pemantik akan meningkat pesat ketika terpapar suhu panas ruangan yang tertutup. Kondisi ini berpotensi besar memicu kebocoran gas hingga timbulnya ledakan yang memicu kebakaran pada kendaraan.

4. Tabir Surya (Sunscreen)

Produk perawatan kulit seperti tabir surya mengandung zat aktif yang mudah rusak jika terkena panas berlebih. Menyimpannya di bagasi akan menurunkan efektivitas kandungan perlindungan UV di dalamnya. Lebih dari itu, temperatur panas yang terperangkap dapat membuat cairan memuai, meningkatkan tekanan kemasan, dan menyebabkan botol bocor merembesi ruang bagasi.

5. Minuman Kemasan Botol atau Kaleng

Minuman berkarbonasi yang dikemas dalam wadah kaleng atau botol tertutup sangat rawan meletup apabila terpapar suhu panas secara terus-menerus. Sementara itu, botol plastik yang terkena suhu tinggi juga berisiko meleleh atau bocor. Tumpahan cairan manis di dalam bagasi tidak hanya menyulitkan proses pembersihan, tetapi juga berpotensi merusak sistem kelistrikan kendaraan jika merembes ke komponen di sekitar mesin. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *