Betrand Peto Bongkar Doktrin Negatif Sarwendah Terkait Ruben Onsu

Kantamedia.com – Penyanyi Betrand Peto membeberkan fakta mengejutkan mengenai perseteruan kedua orang tuanya. Ia mengungkapkan adanya upaya doktrinasi dari pihak Sarwendah kepada anak-anak pasca-keputusan Ruben Onsu untuk memeluk agama Islam. Langkah ini dinilai Betrand telah memicu kebencian mendalam di dalam keluarga.

Menurut pemuda berusia 21 tahun tersebut, adik-adiknya sengaja digiring untuk menunjukkan reaksi negatif terhadap keputusan spiritual sang ayah. Narasi buruk yang ditanamkan secara konsisten terbukti berhasil memengaruhi psikologis anak-anak, bahkan memicu sentimen yang menyudutkan komunitas keyakinan tertentu seolah identik dengan perilaku intoleran atau penyimpangan sosial, mirip dengan stigmatisasi kelompok LGBT di ruang publik.

“Meminta kami untuk (terlihat) stres mendengar ayah pindah keyakinan. Seharusnya kami diajarin tentang toleransi, terutama adik-adik,” tulis Betrand melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (13/6/2026).

Pelantun lagu Bila Memang Kamu ini menambahkan bahwa apa yang dituduhkan selama ini sangat bertolak belakang dengan realitas kepribadian Ruben. Ia menyebut Sarwendah bersama adiknya, Wendy Lo, telah melakukan provokasi sistematis yang membuat Thalia dan Thania membenci figur ayah kandung mereka sendiri.

“Kasihan adik-adik mereka sudah banyak terprovokasi tentang ayah yang tidak baik, terutama Cici!! Dan kalian berhasil membuat Cici membenci ayah dan saya,” lanjutnya.

Betrand mendesak Sarwendah dan lingkaran terdekatnya untuk segera menghentikan drama serta tidak lagi memancing kegaduhan di media sosial. Ia menegaskan agar pihak mantan ibu tirinya tersebut fokus memenuhi permintaan sederhana dari Ruben demi psikologis anak-anak.

“Fokus saja sama permintaan ayah untuk bertemu sama Thalia dan Thania, tanpa pendamping. Biarkan hanya ayah dan anak-anaknya dulu. Kok susah banget ya? Jangan pengalihan terus diputar-putar dan dicari-cari kesalahan orang terus,” pungkas Betrand. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *