Kantamedia.com – Penggunaan parfum dalam aktivitas sehari-hari ternyata memerlukan teknik khusus guna mempertahankan kualitas aromanya. Kesalahan kecil dalam pengaplikasian wewangian dapat menyebabkan reaksi kimia yang merusak profil aroma asli parfum sekaligus mempercepat penguapan zat esensial di dalamnya.
Pakar wewangian sekaligus pendiri The Fragrance Affair, Savannah Britt, menyoroti satu kebiasaan keliru yang paling sering dilakukan masyarakat, yakni menggosokkan kedua pergelangan tangan setelah penyemprotan. Menurut Britt, gesekan tersebut justru memicu panas yang memecah molekul wangi, sehingga lapisan aroma atas (top notes) hilang lebih cepat sebelum sempat berkembang sempurna.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga aspek krusial yang wajib diperhatikan oleh pengguna parfum untuk mendapatkan hasil maksimal:
1. Menyimpan parfum di tempat yang salah
Parfum sebaiknya disimpan di lokasi dengan suhu dan kelembapan stabil. Kamar mandi bukan tempat ideal karena panas dan kelembapan tinggi dapat mempercepat penguapan serta mengubah aroma parfum.
Britt menyarankan agar parfum disimpan pada tempat sejuk dan kering guna mencegah oksidasi dini yang dapat mengubah warna serta bau aslinya.
2. Tidak memberi waktu pada proses maserasi
Aroma parfum dapat berkembang lebih baik seiring waktu melalui proses maserasi, yakni ekstraksi wewangian pada suhu ruang. Dengan bersabar, kualitas parfum akan semakin stabil dan tahan lama.
Oleh karena itu, pengguna disarankan tidak terburu-buru menghabiskan produk yang baru saja dibuka agar profil aromanya memiliki waktu untuk “matang” secara optimal.
3. Memakai parfum di waktu yang kurang tepat
Pemilihan aroma sesuai waktu juga penting. Wewangian manis dan berat sebaiknya digunakan pada malam hari, sedangkan aroma segar lebih cocok untuk siang hari. Suhu panas dapat membuat parfum terasa lebih menyengat sehingga pemilihan jenis parfum harus disesuaikan.
Pemilihan jenis wangi harus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan waktu aktivitas. Penggunaan aroma yang terlalu manis atau berat di bawah terik matahari siang hari berisiko menimbulkan bau menyengat yang memicu pusing atau mual. Sebaliknya, aroma ringan dan segar lebih ideal untuk siang hari, sementara kategori aroma yang intens dapat disimpan untuk acara malam hari.
Selain teknik di atas, Britt menekankan pentingnya menghidrasi kulit sebelum menyemprotkan cairan wangi. Kulit yang lembap berfungsi sebagai pengikat molekul yang lebih baik sehingga parfum dapat menyebar merata dan bertahan sepanjang hari.
Titik penyemprotan juga memegang peranan vital. Menyasar area nadi seperti bagian belakang leher sangat direkomendasikan. Area ini memiliki suhu tubuh yang lebih hangat, yang secara alami membantu proyeksi aroma tetap tercium jelas saat penggunanya berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. (*/pri)


