Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Kebakaran Hutan di Kalteng

Kantamedia.com – Penyanyi sekaligus aktivis lingkungan Sherina Munaf menerjang pekatnya paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan terbang langsung ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah ini ia lakukan untuk menyalurkan bantuan logistik sekaligus terjun ke lapangan membantu petugas memadamkan kobaran api.

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, pelantun lagu anak-anak ini menceritakan pengalaman pertamanya saat mendarat. Ia mengaku kepungan asap kabut sudah terasa hingga ke dalam kabin pesawat sehingga memaksanya langsung mengenakan masker pelindung.

Perjalanan aksi kemanusiaan hari pertama diawali dengan menyambangi kantor Dinas Kehutanan setempat bersama jajaran tim Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation. Selain menyerahkan pasokan kebutuhan pokok, ia memberikan dorongan moral bagi para relawan dan petugas yang telah berminggu-minggu berjuang di garis depan.

“Hari pertama dimulai di Dinas Kehutanan bareng teman-teman @bosfoundation untuk bawa bantuan logistik, dan juga bawa semangat, karena yang di sana sudah berhari-hari kerja sekuat tenaga,” tulis akun @pawerfulvoices yang berkolaborasi dengan akun Instagram Sherina Munaf, Rabu (2/9/2026).

Usai dari Dinas Kehutanan, aktris pemeran utama film Petualangan Sherina ini bergerak menuju Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah. Di lokasi tersebut, ia menggelar pemetaan koordinasi bersama tim gabungan guna menyusun strategi penanganan pada titik-titik rawan api.

Penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah menghadapi kendala besar karena tingginya potensi kemunculan kembali titik api (re-ignite) pada lahan kering yang telah dipadamkan.

“Karena realitanya, satu titik api padam, sudah muncul lagi di berbagai titik,” lanjut keterangan dalam unggahan kolaborasi tersebut.

Tak sekadar meninjau, Sherina Munaf memegang selang pemadam dan ikut menyiram bara api yang kembali membara di area konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling. Selama satu jam lebih, ia bergulat dengan paparan asap tebal dan jarak pandang yang sangat terbatas.

“Cukup menguras energi, asap kencang sekali, visibilitas rendah. Luar biasa para pejuang lapangan yang berjam-jam sampai menginap demi mencegah api menjalar,” kata Sherina.

Berdasarkan laporan dari personel BKSDA Kalimantan Tengah, proses pemadaman di lokasi tersebut sudah berlangsung selama delapan hari berturut-turut. Meski sempat padam selama dua hari, material bawah tanah yang kering kembali memicu letupan api pada Selasa (1/9/2026). Kunjungan ini menjadi bukti nyata konsistensi Sherina Munaf dalam mengawal isu pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa di Indonesia. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *